Dari puncaknya, wisatawan bisa menyaksikan matahari terbit di antara balutan kabut, atau menikmati lamgit merah saga ketika senja dengan pemandangan perbukitan dan desa yang tenang.
Pemandangan dari atas gunung benar-benar memukau, perpaduan antara alam liar yang hijau, bebatuan purba, dan langit luas yang dengan suasana magis.
Embung Nglanggeran dan Air Terjun Kedung Kandang
Tak jauh dari gunung, terdapat Embung Nglanggeran, danau buatan di puncak bukit yang berfungsi menampung air hujan. Embung dengan suasana tenang dan romantis ini menjadi salah satu spot paling popular di media sosial.
Dikelilingi kebun buah milik warga, area ini juga menjadi tempat favorit untuk bersantai atau sekadar menikmati udara segar. Banyak wisatawan yang datang khusus untuk berburu foto golden hour di sini.
Selain embung, ada surge tersembunyi yang lain, yaitu Air Terjun Kedung Kandang. Namun, desatinasi wisata ini hanya bisa dinikmati saat musim hujan.
Airnya mengalir bertingkat di antara sawah terasering, menyuguhkan pemandangan alami yang menakjubkan.
Baca Juga: Slow Living di Peri-Urban: Hidup Tenang Tanpa Putus Akses ke Kota , Panduan Pindah untuk Pemula
Menginap dan Belajar Bersama Warga
Keunikan desa wisata Nglanggeran bukan hanya pada keindahan alamnya, tapi juga pada keterlibatan aktif warga setempat dalam mengelola pariwisata.
Pengunjung bisa merasakan pengalaman tinggal di rumah penduduk lewat program homestay. BUkan sekadar menginap, tapi juga belajar tentang kehidupan pedesaan.
Warga akan mengenalkan banyak hal, mulai dari memasak masakan tradisional, membatik, menanam sayur organik, hingga ikut dalam kegiatan budaya seperti karawitan atau tari rakyat.
Salah satu aktivitas paling diminati adalah mengunjungi Kampung Cokelat Nglanggeran, tempat wisata edukatif di mana pengunjung belajar membuat cokelat dari biji hingga menjadi produk siap jual.
Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, etapi juga membuka wawasan tentang potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan. Lebih dari itu, keramahan warga benar-benar luar biasa.
Artikel Terkait
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro!
Daerah Terbaik Slow Living di Jawa Tengah, Solo, Salatiga, Magelang atau Purwokerto?
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?