Seperti Liga Champions, Europa League dan masih banyak lagi. Untuk saat ini negara Eropa memang mendominasi papan atas ranking FIFA.
Baca Juga: Tunda Dulu Agenda ke Bali, Ada Pembatasan Penerbangan Reguler 13-17 November 2022 Sehubungan KTT G20
Pada klasemen 20 besar yang diupdate perbulan Oktober 2022. Ada 11 negara yang berasal dari benua Eropa, dari sini kita menyadari bahwa level kekuatan negara-negara Eropa berada di atas negara di benua lain seperti negara di Asia atau Afrika contohnya.
Apalagi jika melihat daftar juaranya, wakil Eropa masih mendominasi dengan 12x negara Eropa mengangkat trofi Piala Dunia.
Sementara sisanya diraih negara-negara Amerika Selatan. Maka sangat masuk akal apabila nilai koefisien UEFA paling tinggi di antara konfederasi lain sehingga mendapat jatah paling banyak di Piala Dunia.
Baca Juga: Ini Tanda Anak Miliki Kecerdasan Di atas Rata rata Sejak Bayi. Kembangkan dan Optimalkan!
Sementara itu jika FIFA mengurangi kuota piala dunia untuk UEFA maka dikhawatirkan hal ini dapat menurunkan pamor dari Piala Dunia itu sendiri. Seperti yang kita ketahui kiblat sepak bola dunia ada di benua Eropa yang diisi negara-negara dengan tradisi sepak bola yang kuat.
Jika kuota UEFA dikurangi maka akan ada banyak negara kuat yang gagal lolos ke Piala Dunia. Sedangkan negara lemah justru berhasil tampil di Piala Dunia karena berada di zona dengan peta persaingan yang relatif ringan.
FIFA tentu tidak ingin hal ini terjadi, sebagai turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali,FIFA ingin piala dunia dibuat jauh lebih kompetitif, menarik dan lebih mewah dibandingkan turnamen-turnamen lainnya.
Bahkan agar lebih menarik lagi pada edisi 2026 nanti FIFA memutuskan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia dari semula 32 menjadi 48 negara.
Dengan bertambahnya jumlah peserta maka bertambah pula kuota yang diberikan untuk setiap konfederasi. Wakil UEFA masih yang terbanyak dengan 16 negara disusul CAF dengan 9 negara serta AFC mendapat slot 8 negara.
Perubahan aturan tersebut membuat konfederasi mendapat jatah otomatis di Piala Dunia. Sebelumnya OFC hanya mendapat jatah 0,5 atau setengah saja artinya negara yang menjadi juara pada kualifikasi di zona Oceania masih harus mengikuti pertandingan play off melawan negara dari konfederasi lain.
Hal ini sekaligus membuat Piala Dunia 2026, nanti menjadi edisi pertama dimana semua konfederasi telah menjamin partisipasinya. Sebenarnya aturan yang dibuat FIFA saat ini sudah cukup adil dalam pembagian jumlah kuota Piala Dunia.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2022 Qatar: Tuan Rumah Menjadi Satu-satunya Debutan dalam Piala Dunia
Drawing Piala Dunia 2022 Qatar: Spanyol Satu Grup dengan Jerman, Tuan Rumah Bareng Belanda dan Senegal
Simak Jadwal Penyisihan Piala Dunia 2022. Semua Laga Disiarkan Emtek Group Melalui SCTV, Indosiar dan Vidio
Piala Dunia Qatar 2022: Beberapa Negara Ini Favorit, Termasuk Juara Bertahan Perancis. Tak Ada Negara Afrika
Jadwal Liga Inggris Berubah karena Piala Dunia Qatar. Berikut Tanggal-tanggal Penting Kompetisi Liga Premier
Jadwal Piala Dunia 2022 Qatar Pekan Pertama. Belum Terjadi Big Match, Inggris Bertemu Iran
Tujuh Destinasi Wisata Yang Wajib Anda Kunjungi Sambil Menonton PIALA DUNIA QATAR 2022
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia: Jerman Sumbang Tiga Pemain di 10 Besar
6 Fakta Menarik Piala Dunia 2022. Jumlah Stadion Paling Sedikit, namun Biaya Termahal: Habiskan Rp 3.152,3 T
Lima Negara dengan Lini Serang Tertajam di Piala Dunia Qatar 2022
Ini Nama dan Makna Maskot serta Bola Resmi Piala Dunia Qatar 2022