Final Perancis Terbuka: Panggung Bagi Iga Swiatek dan Coco Gauff Tunjukkan Daya Tarik Tenis Wanita

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 Juni 2022 | 20:17 WIB
Petenis Amerika Serikat Coco Gauff sangat fokus untuk final Perancis Terbuka (Livescore)
Petenis Amerika Serikat Coco Gauff sangat fokus untuk final Perancis Terbuka (Livescore)

Penggemar AC/DC dan Led Zeppelin tersebut telah memenangkan lima gelar berturut-turut dalam dua minggu ini (Doha, Indian Wells, Miami, Stuttgart dan Roma) dan dapat menjadi wanita pertama yang mendapatkan enam gelar berturut-turut sejak Justine Henin meraih kemenangan di Toronto, di AS Terbuka, Stuttgart, Zurich, Final WTA, dan Sydney pada bulan-bulan terakhir tahun 2007 dan awal tahun 2008.

Baca Juga: Begini Nasib Jemaah Haji yang Positif Covid 19 saat Mau Berangkat ke Arab Saudi


Saatnya bagi Gauff tiba

Dia adalah kualifikasi termuda Wimbledon di Open Era pada 2019, dan sejak momen terobosan itu, Gauff telah menonjol sebagai pemain dan sosok yang semakin hebat.

Dia telah mencapai peringkat 15 dunia dan segera menuju peringkat satu digit. Di Paris dua minggu ini, Gauff belum kehilangan satu set pun, tidak seperti Swiatek, yang kalah satu set dari petenis kualifikasi Zheng Qinwen di babak keempat.

Jadi, inilah Gauff, pada usia 18 tahun dan 84 hari, akan menjadi finalis tunggal putri grand slam termuda sejak Sharapova di Wimbledon pada 2004.

Baca Juga: Sadio Mane, Kemungkinan Tidak Akan Bertahan di Liverpool. Namun Belum Putuskan Klubnya di Musim Depan

Gauff telah mematahkan servis 35 kali dalam enam pertandingan di Roland Garros musim ini. Dia juga lolos ke final ganda, dengan Jessica Pegula.

Dia adalah wanita Amerika ketiga berusia di bawah 19 yang mencapai final Prancis Terbuka ini, setelah Chris Evert pada 1973 dan Andrea Jaeger pada 1982, dan di antara semua pemain WTA, hanya Monica Seles, Arantxa Sanchez-Vicario dan Steffi Graf yang meraih gelar di usia yang lebih muda di Paris selama Era Terbuka.

Jika Gauff melakukan kejutan pada hari Sabtu malam ini mengalahkan Swiatek, dia akan mengikuti jejak Graf (mengalahkan Navratilova, 1987), Sanchez-Vicario (mengalahkan Graf, 1989), Monica Seles (mengalahkan Graf, 1990) dan Majoli (mengalahkan Hingis, 1997 ).

Baca Juga: OTT KPK, Mantan Walikota Jogja Diduga Terkait Kasus Suap Proyek Apartemen. Ditangkap Bersama 9 Koleganya

Pemenang Prancis Terbuka tujuh kali Evert minggu ini menyebutnya "takdir", menambahkan di Twitter: "Kami melihat kehebatan 3 musim panas yang lalu. Kami semua telah menunggu ini!" cuitnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Livescore.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X