Final Sama-sama Diwarnai Kartu Merah
Kesamaan lainnya terlihat dari tingginya tensi pertandingan final.
Pada final Piala Dunia 1990, Argentina harus mengakhiri laga dengan dua pemain yang diganjar kartu merah, yakni Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti.
Situasi serupa kembali terjadi pada final 2026. Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Spanyol, sehingga Argentina harus bermain dengan 10 orang pada babak tambahan.
Ambisi Pertahankan Gelar Berakhir dengan Kekalahan 0-1
Takdir Messi dan Maradona juga bertemu pada hasil akhir pertandingan.
Argentina sama-sama menelan kekalahan 0-1 di partai final ketika berstatus sebagai juara bertahan.
Pada 1990, gol penalti Andreas Brehme membawa Jerman Barat keluar sebagai juara dan membuat Maradona tak kuasa menahan air mata.
Sementara itu, pada final Piala Dunia 2026, gol Ferran Torres pada menit ke-105 memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengakhiri harapan Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Meski gagal mengulang kesuksesan, kontribusi Lionel Messi sepanjang turnamen tetap mendapat apresiasi tinggi dari publik Argentina. Sama seperti Diego Maradona yang dikenang sebagai legenda sepak bola, perjuangan Messi di panggung Piala Dunia diyakini akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah La Albiceleste.***
Artikel Terkait
Kades di Bengkulu Divonis 2,5 Tahun Penjara usai Korupsi Dana Desa Rp577 Juta, Terungkap Modus Kegiatan Fiktif
Sekolah Rakyat Terintegrasi Bali Mulai Beroperasi, Menteri PU Pastikan Fasilitas Siap Dukung Proses Belajar
Sudaryono Sidak Dapur MBG di Bogor, Kepala SPPG Curhat Kesulitan Salurkan Makanan untuk Ibu Hamil dan Balita
Dasco dan Cucun Terima Aspirasi APKASI, DPR Siap Kawal Kebijakan Anggaran demi Percepatan Pembangunan Daerah
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Promedia Hadir di Ciamis, Jurnalis Portaloka.id Rasakan Rumah Lebih Sejuk usai Pakai Alduro