Hajime Moriyasu Nilai Badai Cedera Jadi Pelajaran Berharga bagi Jepang di Piala Dunia 2026

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Juni 2026 | 20:18 WIB
Pelatih tim nasional Jepang Hajime Moriyasu di Piala Dunia 2026. (Instagram.com/ japanfootballassociation)
Pelatih tim nasional Jepang Hajime Moriyasu di Piala Dunia 2026. (Instagram.com/ japanfootballassociation)

 

TITIKTEMU.COPelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengambil sisi positif dari badai cedera yang melanda skuadnya sepanjang Piala Dunia 2026. Meski harus mengakhiri perjalanan di babak 32 besar, Moriyasu menilai kondisi tersebut memberikan pengalaman penting bagi perkembangan sepak bola Jepang.

Langkah Samurai Biru terhenti setelah kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Jepang sempat membuka asa lolos ke babak 16 besar melalui gol Kaishu Sano pada menit ke-29. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum sebelum Brasil bangkit pada babak kedua.

Baca Juga: Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara: Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Untungkan Google, Ini Pertimbangan Lengkapnya

Gol penyeimbang dicetak Casemiro pada menit ke-56 melalui sundulan memanfaatkan umpan dari sisi sayap. Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Gabriel Martinelli muncul sebagai penentu kemenangan Brasil lewat gol pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+6.

Hasil tersebut memastikan Jepang kembali gagal mematahkan kutukan di fase gugur Piala Dunia.

Jepang Tampil Tanpa Kekuatan Terbaik

Sepanjang turnamen, Jepang harus menghadapi berbagai kendala akibat cedera pemain-pemain andalannya.

Beberapa nama penting seperti Takumi Minamino, Wataru Endo, dan Kaoru Mitoma tidak dapat memperkuat tim karena mengalami cedera sebelum maupun selama turnamen berlangsung.

Sementara itu, Takefusa Kubo hanya sempat tampil dalam satu pertandingan sebelum mengalami cedera lutut kiri saat menghadapi Belanda, sehingga tidak bisa membantu tim pada fase gugur.

Absennya sejumlah pemain inti membuat Moriyasu memberi kesempatan kepada beberapa pemain muda untuk mendapatkan menit bermain di ajang terbesar sepak bola dunia.

Baca Juga: Kilas Balik Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim: Dari Penetapan Tersangka hingga Divonis 10 Tahun Penjara

Moriyasu Sebut Pengalaman Pemain Pelapis Sangat Berharga

Meski kecewa dengan hasil akhir, Moriyasu menilai situasi tersebut membawa manfaat jangka panjang bagi perkembangan Timnas Jepang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X