Menurutnya, kesempatan bermain yang diperoleh pemain-pemain pelapis akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas tim pada masa mendatang.
"Pada tahap perkembangan sepak bola Jepang saat ini, saya melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif. Cedera memang bukan kondisi yang diharapkan, tetapi semakin banyak pemain yang memperoleh pengalaman di level seperti ini akan sangat membantu kemajuan sepak bola Jepang," ujar Moriyasu, seperti dikutip dari Reuters.
Regenerasi Jadi Modal Menuju Turnamen Berikutnya
Penampilan Jepang di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa kedalaman skuad mereka mulai berkembang meski belum mampu mengakhiri catatan buruk di fase gugur.
Moriyasu optimistis pengalaman bertanding di level tertinggi akan mempercepat proses regenerasi pemain. Ia berharap para pemain muda yang mendapat kesempatan tampil kali ini mampu menjadi tulang punggung Samurai Biru pada turnamen-turnamen internasional berikutnya.
Meski harus pulang lebih awal, Jepang tetap meninggalkan kesan positif lewat permainan disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat juara, Brasil, hingga menit-menit terakhir pertandingan.***
Artikel Terkait
Prediksi Jerman vs Paraguay Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Die Panzer Lebih Diunggulkan, Paraguay Tetap Berbahaya
Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi Mundur usai Timnas Gagal Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026
Hasil Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Die Mannschaft Tersingkir Lewat Adu Penalti, Gol Jonathan Tah Dianulir VAR
Hasil Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Kalah Dramatis, Kutukan Fase Gugur Masih Berlanjut
Preview Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Jadwal, Prediksi Skor, dan Ketajaman Les Bleus Jadi Ancaman Besar