Kursi Kosong Pelatih Timnas Indonesia: Perdebatan Gaya Kluivert vs Shin Tae-yong Mengemuka

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 27 Oktober 2025 | 09:55 WIB
Menyoroti kegagalan Timnas Indonesia di ajang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di era tim kepelatihan Patrick Kluivert.  (Instagram.com/@patrickkluivert9)
Menyoroti kegagalan Timnas Indonesia di ajang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di era tim kepelatihan Patrick Kluivert. (Instagram.com/@patrickkluivert9)

TITIKTEMU.CO – Kekosongan kursi pelatih Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Setelah Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI usai kegagalan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik kini ramai memperdebatkan sosok pengganti yang layak menangani skuad Garuda.

Isu mengenai kemungkinan kembalinya Shin Tae-yong (STY) juga mencuat, meski Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah menegaskan bahwa peluang tersebut sepenuhnya tertutup.

“Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert itu masa lalu, sebaiknya kita fokus ke depan,” tegas Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Erick menambahkan, PSSI kini berfokus mencari pelatih baru yang mampu menghadirkan pembaruan dan membawa Timnas Indonesia ke level lebih tinggi.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Persatuan ASEAN, Tunjukkan Kepemimpinan Lewat Sikap Hangat kepada Sultan Brunei

Evaluasi Gagalnya Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak menjadi bukti belum efektifnya penerapan strategi baru di bawah Kluivert.
Pergantian sistem permainan dinilai tidak berjalan mulus dan justru menurunkan performa tim.

Kondisi ini mendapat perhatian dari dua sosok yang vokal menyoroti sepak bola nasional: mantan asisten pelatih Shin Tae-yong, Jeong Seok Seo (Jeje) dan anggota DPR sekaligus penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade.

Keduanya sepakat bahwa perbedaan filosofi melatih antara Kluivert dan STY menjadi faktor utama menurunnya performa Timnas Indonesia di ajang internasional.

“Masalahnya bukan hanya hasil, tapi arah permainan berubah tanpa kesiapan yang matang,” ujar Jeje dalam kanal YouTube Masing Kureng, Minggu (25/10/2025).

Baca Juga: AS dan China Mulai Cairkan Ketegangan Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump–Xi di Seoul

Perbandingan Gaya Taktikal: Kluivert vs Shin Tae-yong

Menurut Jeje, salah satu penyebab kebingungan pemain adalah perubahan formasi dari tiga bek ke empat bek di era Kluivert.
Formasi itu dinilai tidak cocok dengan karakter pemain Indonesia yang cenderung lebih nyaman bermain dengan sistem bertahan fleksibel.

“Perubahan formasi dari tiga bek ke empat bek sangat berpengaruh. Pemain kita lebih kuat di pertahanan. Kalau ingin memaksimalkan potensi mereka, pola bertahan sebaiknya dipertahankan,” jelas Jeje.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X