TITIKTEMU.CO
JAKARTA - Saat ini mungkin ada pertanyaan dari beberapa kalangan masyarakat mengenai level PPKM di daerahnya. Apa saja sih indikator yang mendasarinya?
Dalam konferensi Pers BNPB mengenai penanganan Covid-19 secara nasional, Prof Wiku Adisasmito memberikan penjelasan mengenai indikator yang dijadikan landasan untuk menentukan kondisi level suatu daerah.
Baca Juga: PPKM Level 3, Semarang Mulai Buka Tempat Hiburan
- Indikator pertama adalah Total kasus yang terjadi dalam suatu daerah, ini ditandai dengan semakin tajam dan semakin cepat peningkatan kasus secara kumulatif.
- Indikator kedua adalah Tren Kasus Mingguan, perhitungan kasus mingguan akan lebih akurat secara perhitungan kenaikan, dibanding kasus harian yang dinamis.
- Indikator ketiga adalah Angka Infeksi (Infection Rate) per100 ribu penduduk, tempat dengan populasi lebih banyak cenderung memiliki kasus lebih banyak, dengan perhitungan per100ribu penduduk dijadikan sebagai perbandingan kondisi per daerah
- Indikator keempat adalah Hasil tes positif (Positivity Rate) , tingkat hasil positif mengindikasikan tingkat penyebaran virus, semakin tinggi tes yang dilakukan semakin berguna sebagai indikator.
- Indikator kelima adalah indikator berdasarkan BOR (Bed Occupation Rate) atau Tingkat keterisian RS. Semakin tinggi BOR rumah sakit dari kasus aktif menunjukan semakin tinggi tingkat penyebaran virus.
Baca Juga: Angka Positivity Rate Covid-19 Jakarta, Jauh Di Bawah Angka Nasional
Nah, sekarang sudah semakin tahu kan, kenapa daerahmu masuk level-level tertentu pada saat PPKM. Untuk lebih mengetahui lebih lanjut, kita bisa mengakses kanal-kanal resmi pemerintah yang bertugas memberikan update dalam perkembangan penanganan Covid-19.
Baca Juga: Awas, Salah Olah Bahan Makanan Bisa Membuat Keracunan
Yuk, kita semua harus selalu jaga protokol kesehatan dan lebih perhatian lagi untuk menjaga kebersihan, melaksanakan 5M dan3T agar tetap sehat. (abw)***