TITIKTEMU.CO
Bagi yang sedang terpapar Covid-19, dan harus menjalani isolasi mandiri atau isoman, PT Pelni menyiapkan beberapa kapal lautnya menjadi tempat isoman. BUMN itu bahkan melengkapi kapal-kapalnya dengan fasilitas bangsal isolasi.
“Yang jelas, fasilitas isolasi terpusat (Isoter) kita siapkan untuk mengurangi risiko penularan klaster keluarga. Masing-masing kapal kapasitas 458 bed dan 437 bed,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi PPKM di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021) malam.
Beberapa fasilitas lain adalah kamera pengawas (CCTV) 31 titik, poliklinik, jogging track. Top deck ruang terbuka bisa dimanfaatkan para isoman sebagai lokasi olahraga dan berjemur sambil menikmati pemandangan laut.
Menko Perekonomian menambahkan fasilitas Isoter Kapal Pelni dibiayai pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah menyediakan tenaga kesehatan dan kerjasama dengan rumah sakit pengampu.
Sedangkan untuk obat-obatan, vitamin, reagen PCR, biaya perawatan, dan insentif tenaga kesehatan menjadi tanggungan kementerian kesehatan. Pembiayaan operasional, katering, perlengkapan, kebersihan, dan personel tanggung jawab Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB).
Isolasi di Makassar
Sebelumnya, Senin (2/8/2021), kapal milik PT Pelni KM Umsini beroperasi melayani isoman warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
KM Umsini merupakan satu dari 26 kapal penumpang yang menyinggahi Makassar dalam rutenya. Kapal berkapasitas 2000 pax ini memiliki rute reguler Kijang-Tanjuk Priok-Surabaya-Makassar-Maumere-Larantuka-Lewoleba-Kupang (PP)..
Menurut Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, OM Sodikin, selama pandemi atau PPKM, KM Umsini tersebut portstay (tidak beroperasi) akibat dari penutupan sejumlah wilayah. Sebagai kapal isoman, kapal ini memiliki daya tampung untuk 804 pasien dan 60 tenaga kesehatan.
“Kapasitas sebenarnya 2 ribu orang. Tapi karena ada distancing, maksimal 70 persen. Itu kebijakan pemerintah,” ujar Sodikin.
Sodikin mengungkapkan fasilitas kapal isoman sesuai standar WHO, yaitu kapal yang berlayar lebih dari satu hari harus dilengkapi dengan tempat tidur, MCK, dan tempat makan. Sedangkan untuk sistem ventilasi menggunakan AC high press karena di daerah tropis.
KM Umsini berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae untuk memudahkan pelaksanaan masa isoman, seperti pemantauan dan distribusi logistik serta obat-obatan.