Temuan TGIPF: Kanjuruhan tak layak gelar pertandingan berisiko tinggi. Ada apa antara Jokowi dan PSSI ?

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 19:50 WIB
Akibat kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang setidaknya 13 kendaraan dilaporkan rusak (pic/ PMJ News/Istimewa)
Akibat kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang setidaknya 13 kendaraan dilaporkan rusak (pic/ PMJ News/Istimewa)

“FIFA bersama pemerintah akan membentuk tim transformasi sepakbola Indonesia dan FIFA akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut,” tutur Jokowi.

Baca Juga: Reog Ponorogo, Tari Payung & Angklung ditampilkan di Hong Kong, acara festival budaya

“Akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, AFC, dan pemerintah Indonesia... (untuk lima poin tindaklanjut),” sambungnya.

Namun demikian, Jokowi tidak sekalipun menyebut PSSI dalam kerja sama tersebut. Hal tersebut menyebabkan warganet merespons pidato Jokowi itu.

Banyak warganet mengira memang tak ada melibatkan PSSI dalam kerjasama ini. Ada pula yang menyebut mungkin Jokowi lupa membaca surat FIFA itu secara lengkap. Bisa saja muncul pertanyaan ada apa antara Jokowi dan PSSI?

Baca Juga: 7 Manfaat Tomat untuk Tubuh Kita. Untuk Mata Hingga Kesehatan Ibu Hamil

Sementara itu dalam surat yang dikirim FIFA itu, menyebut PSSI akan ikut diajak kerja sama dengan AFC dan otoritas pemerintah Indonesia untuk mengatasi kondisi yang memicu Tragedi Kanjuruhan. Dan secara lebih luas, untuk membantu reformasi sepak bola Indonesia yang lebih luas.

Dalam surat yang dikirimkan FIFA itu, juga akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), pemerintah Indonesia dan PSSI, untuk lima hal, yaitu:

(1) membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;

Baca Juga: link Livestreaming LIGA INGGRIS: Everton Jamu Manchester United yang sedang rapuh di barisan pertahanan

(2) memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan
standar keamanan internasional;

(3) melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan
saran dan masukan serta komitmen bersama;

Baca Juga: Rian Ibram Blak-Blakan Jelaskan Hubungannya Dengan Dewi Persik. Aku nyaman sama dia...'

(4) mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada;

(5) dan menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: pmjnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X