TITIKTEMU.CO - Viral di media sosial warga Sukmajaya, Kota Depok menemukan ratusan paket seberat 1 ton, yang diduga bantuan sosial (bansos) dari pemerintah terkubur di dalam tanah.
Dengan menggunakan sebuah Belco sekitar pukul 14.00, sembako bantuan presiden yang diduga dilakukan PT. JNE Cabang Depok, di Kampung Serap, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok ditemukan.
Rudi Samin, ahli waris lahan lokasi dipendamnya barang bantuan Presiden mengatakan, pukul 14.00 lewat dari kepolisian datang ke lokasi kampung Serab untuk melihat barang-barang tersebut.
Baca Juga: Max Verstappen Juara Grand Prix Hungaria, Meski Start dari Urutan ke-10
Bantuan Presiden setiap satu karungnya berisi 10 kg beras dan tepung ini untuk warga luar daerah untuk luar Jawa. Menurut Instagram forumwartawanpolri, 30 Juli 2022, berar totalnya 1 ton.
Bantuan ini dipendam satu hingga dua tahun, oleh PT. JNE di lapangan Kampung Serap kiriman dari pusat PT JNE, pada saat itu diduga ada pemeriksaan dari KPK.
“Bansos tersebut tetapi dikirim ke serap PT. JNE tidak dibagikan kepada masyarakat tetapi justru dipendam,” katanya. Owalah, Depok punya cerita yang sungguh miris????
Baca Juga: Tahapan Pendaftaran Partai Politik Peserta Pemilu mulai 1 Agustus 2022. PDIP Daftar Hari Pertama
Ratusan bungkus sembako tersebut diperkirakan memiliki berat 1 ton lebih. Kabar penemuan ini beredar di media sosial dalam bentuk rekaman video.
Terkait temuan ini, VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan beras yang dikubur tersebut kondisinya sudah rusak. Menurut dia, hal itu sudah sesuai prosedur penanganan barang rusak.
"Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak," ungkap Eri dalam keterangannya, Minggu (31/7/2022), seperti dilansir pmjnews.com.
Baca Juga: Lapor Gub..! Mohon. Bantuannya Pak Ganjar, Istri Saya Selingkuh dan Berzina...
Eri menegaskan, JNE mendukung program pemerintah dalam proses distribusi beras bansos tersebut. Dia turut menegaskan JNE selalu menjalankan standard operating procedure atau SOP.
"JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan," ucapnya.
Sebelumnya, perusahaan ekspedisi JNE mengubur dan membuang puluhan karung beras bansos presiden untuk masyarakat terdampak Covid-19. Penimbunan itu diketahui warga sekitar yang mendapatkan informasi dari pegawai perusahaan pengiriman tersebut.
Baca Juga: Pelatih Juventus Max Allegri Puji Real Madrid sebagai Klub Terkuat Eropa
Artikel Terkait
Semarakkan HUT ke-16, Bakamla RI Salurkan Bansos Korban Erupsi Semeru dan Gelar Vaksinasi
Istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo Meminta Perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)
Ada Motif Asmara Dibalik Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang
Komnas HAM akan Periksa CCTV dan Semua HP Orang yang Diduga Terlibat Kasus Baku Tembak Polisi
CEK FAKTA: Kapolda Metro Jaya Diduga Terima Suap dari Irjen Ferdy Sambo Terkait Insiden Penembakan Brigadir J
CEK FAKTA: Menurut Bharada E, Ferdy Sambo Bersekongkol dengan Lima Jenderal dalam Kasus Tewasnya Brigadir J
Ini yang Ditunggu Publik, Komnas HAM Agendakan Pemanggilan Istri Ferdy Sambo
Polwan yang Dikaitkan dengan Ferdy Sambo, AKP Rita Yuliana Ternyata Telah Lama Menikah. Ini Dia Sosok Suaminya