TITIKTEMU.CO – Baru saja digelar pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia. Apa saja yang dibicarakan kedua pimpinan negara besar di dunia itu? Berikut laporannya, yang ditulis secara bersambung.
Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan, Indonesia adalah salah satu mitra utama Rusia di Asia-Pasifik. Hal itu diungkapkan Putin ketika bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kremlin, Moskow, Rusia.
“Izinkan saya menekankan bahwa Indonesia adalah salah satu mitra utama kami di Asia-Pasifik. Hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan dan terus berkembang atas dasar tradisi persahabatan dan bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama,” ungkap Putin dalam pernyataan pers setelah pembicaraan Rusia dengan Indonesia. Seperti dilansir laman resmi Presiden Rusia, 1 Juli 2022.
“Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa negara kita membantu Indonesia membangun kenegaraan dan memperkuat posisi republik pada awal berdiri di kancah internasional,” katanya.
“Dengan partisipasi spesialis, insinyur dan kontraktor kami, fasilitas transportasi dan infrastruktur industri besar, stadion, rumah sakit, dan institusi penting lainnya dibangun di Indonesia, banyak di antaranya beroperasi hingga hari ini,” paparnya.
“Pembicaraan hari ini dengan Bapak Joko Widodo dilakukan cukup substantif. Tentu saja, kami fokus pada kerja sama perdagangan dan ekonomi, yang menunjukkan dinamika positif. Pada tahun 2021, misalnya, perdagangan bilateral tumbuh lebih dari 40 persen, dan naik lebih dari 65 persen dalam lima bulan pertama tahun ini.”
Baca Juga: IN MEMORIAM TJAHJO KUMOLO(1): Politisi yang Loyal pada Megawati, Tak Bermanuver di PDIP
“Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik. Peluang tambahan untuk membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dan meningkatnya jumlah pertukaran komersial antara negara kita membuka peluang baru.”
“Kami sangat mementingkan menciptakan zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kami berharap pembicaraan tentang rancangan perjanjian yang sesuai akan diadakan sebelum akhir tahun dan akan membuahkan hasil.”
“Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional. Dengan pengalaman unik, kompetensi, dan teknologi yang tak tertandingi, Rosatom State Corporation bersedia mengambil bagian dalam proyek bersama, termasuk proyek yang terkait dengan penggunaan non-energi teknologi nuklir, misalnya, di bidang kedokteran dan pertanian,” ungkapnya.
“Kami memiliki banyak potensi kerjasama bisnis dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Misalnya, Russian Railways dapat mengambil bagian dalam mengimplementasikan inisiatif skala besar Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke pulau Kalimantan. Moskow, ibu kota Rusia, yang telah berkembang dengan kecepatan yang sangat baik dan dengan peningkatan kualitas yang tinggi, juga dapat berpartisipasi dalam proyek yang benar-benar ambisius ini,” paparnya.
Baca Juga: Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Awalnya Kecapaian
“Tentu saja, selama pembicaraan kami dengan Bapak Joko Widodo, kami fokus pada bidang kerja sama yang penting seperti pertukaran kemanusiaan, budaya, wisata, dan pendidikan. Pelonggaran pembatasan anti-COVID untuk pelancong dan aturan bebas visa saat ini akan berkontribusi pada hal ini. Kami sedang mendiskusikan kemungkinan melanjutkan layanan udara langsung antara Moskow dan pulau resor Bali,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kunker ke Batang, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jajal Mobil Listrik
KONDISI OUTLET HOLYWINGS DI BERBAGAI DAERAH (4): Pemkab Tangerang Tutup dan Cabut Izin Tiga Gerai
KONDISI OUTLET HOLYWINGS DI BERBAGAI DAERAH (5): Suara Ariel Noah Menggema, Usai Demo Brigade Nusantara
Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang
Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia