“Panpel juga kurang mengantisipasi terhadap oknum pendukung tim tuan rumah yang masuk tidak menggunakan tiket sehingga di dalam stadion terdapat kurang lebih tiga kali lipat pendukung tuan rumah Persib,” katanya.
Panpel juga kurang antisipsi terhadap penerangan di luar stadion yang tidak semestinya sehingga tampak kurang cahaya atau cenderung gelap. Juga adanya dugaan penjualan tiket online berupa selebaran kertas berisikan QR-Code tiket online di luar stadion pada saat hari pertandingan.
“Jadi tim investigasi sudah melaksanakan tugasnya. Poin poin di atas yang harus ditindaklanjuti,” kata Erwin.
Erwin pun setuju jika laga sisa lanjutan Piala Presiden Grup C kemudian dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, tanpa kehadiran penonton.
Baca Juga: Dua Orang Bobotoh Tewas di GBLK, IPW: Polisi Harus Panggil dan Periksa Iwan Bule!
Dalam waktu dekat, Komdis PSSI akan melakukan sidang untuk mengambil putusan terhadap insiden di GBLA itu.
“Ya tunggu saja putusannya. Kalau sudah ada putusan pasti akan kita sampaikan ke publik,” pungkas Erwin.***
Artikel Terkait
PIALA PRESIDEN 2022: Honey Moon Marukawa-Fortes, PSIS Hancurkan Persita 6-1
2 Suporter Persib Dikabarkan Meninggal di GBLA, Bobotoh Tunggu Rilis Resmi
Pengakuan Penonton Persib vs Persebaya: 2 Orang Mati di Depan Mata Gue Sendiri
BOBOTOH BERDUKA: Dikabarkan Dua Orang Meninggal di GBLA, Infonya Korban dari Cibaduyut dan Bogor
BOBOTOH BERDUKA: Viking Persib Club Konfirmasi Dua Bobotoh yang Meninggal