Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo berpendapat untuk menjadi pemimpin suatu negara itu bukan hal yang mudah. Tantangannya, ujar Suryopratomo, adalah mengendalikan ego dirinya sendiri. “Jadi, pemimpin harus sudah selesai dengan dirinya,” ungkapnya.
Baca Juga: PSIS Secara Dramatis Tahan Imbang Dewa United. Suporter Minta Kiper Diganti dan Muncul #sergioout
Sedangkan pengamat politik, Fachry Ali menilai yang disampaikan Mahathir dalam kuliah umum itu tidak ada yang baru. Tetapi kehebatan Mahathir adalah dia tokoh dari Asia Tenggara yang tidak hanya mampu memperbaiki Malaysia, tetapi juga mempengaruhi pandangan dunia terhadap Malaysia secara keseluruhan.
“Selain itu, Mahathir unggul lewat sejumlah aksi kepemimpinannya. Seperti pada awal kepemimpinannya, Mahathir mengedepankan sikap look east atau lebih condong ke budaya Timur daripada budaya Barat,” katanya.
Mahathir, ujarnya, ingin menegaskan bahwa Malaysia merupakan bagian dari budaya Timur dan bukan pembebek dari negara Barat. Langkah itu, merupakan langkah yang strategis dalam proses pembangunan ekonomi, politik dan sosial budaya, bukan semata berkiblat ke Barat.
Hal itu, ujarnya, membuat kehadiran Mahathir di Rakernas Partai NasDem sangat penting sebagai alternatif pandangan.
Sedang anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan berpendapat sebagai sebuah partai yang mengusung politik kebangsaan, Partai NasDem menginginkan sosok pemimpin yang sangat kuat di negeri ini, yaitu kepemimpinan yang mengedepankan kepentingan rakyat.
“Mahathir merupakan pemimpin yang memiliki legitimasi yang tinggi untuk menyatakan dirinya sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat,” ungkapnya.
Mahathir, ujar Farhan, juga mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat lewat metode dengan mendiagnosa dan segera memberi solusi atas masalah yang dihadapi.
Pengamat pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie menilai tidak adanya pemimpin nasional yang disegani di kancah global, karena kita tidak memiliki partai politik yang berani mengusung calon pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya.
“Karena bila sudah selesai dengan dirinya, calon pemimpin itu mampu stand up dengan apa yang diperjuangkannya,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Dari Ende, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Membumikan Pancasila
Kunker ke Batang, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jajal Mobil Listrik
Zara Peluk Peti Mati Eril di Sepanjang Perjalanan ke Pemakaman, Sampai Tertidur..
Ridwan Kamil Heran, Eril Minta Dibelikan Sepatu Buatan Spanyol yang Ukurannya Beda. Ternyata oh Ternyata…
Mahathir Mohamad Didaulat Jadi Pembicara di Penutupan Rakernas I Partai NasDem