Hal ini juga disebutkan oleh Syihabuddin bin Naqib As-Syafii dalam Umdatus Salik wa Iddatun Nasik.
ومنْ جاوزَ الميقاتَ وهوَ يريدُ النسُكَ وأحرمَ دونهُ لزمهُ دمٌ، فإنْ عادَ إليهِ مُحرماً قبلَ التلبُّسِ بنسكٍ سقطَ الدَّمُ
Artinya, “Barangsiapa yang melanggar miqat dan dia ingin berhaji kemudian berihram di selain miqat, maka dia diwajibkan membayar dam (sembelihan). Jika ia kembali lagi ke miqat dengan berihram sebelum terlanjur melakukan ibadah, maka gugurlah (kewajiban membayar) dam.”***
Artikel Terkait
Perhatian untuk Jemaah Haji 2022: Hasil PCR Maksimal 72 Jam Sebelum Berangkat ke Arab Saudi
Keutamaan Shalat Arbain di Masjid Nabawi pada Ibadah Haji, Jamaah Harus Tahu
Tetap Prokes! Jika Hasil PCR Positif, Keberangkatan Jamaah Haji akan Ditunda Hingga Tes Covid 19 Negatif
Kemenag Pastikan Jemaah Haji yang Wafat di Arab Saudi Akan Dibadalhajikan
Masuk Raudhah Harus Gunakan Aplikasi E-Haj, Jemaah Haji Harus Tahu
Layanan Fast Track Baru Dimulai 9 Juni, Sebanyak 29.131 Jamaah Haji Indonesia Tak Perlu Antre
Simak Ketentuan Barang Bawaan Jamaah Haji Ini, Agar Koper Tidak Dibongkar Petugas di Bandara
Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Makkah Al Mukaramah dari Madinah, Minggu 12 Juni 2022. Jamaah Wafat Bertambah