“Kalau dilihat dari riwayat penyakit di siskohates ada riwayat jantung sama hiperlipedemia dan riwayat penyakit tua. Tadi saya sempat diperlihatkan rekaman elektrokardiogramnya adalah gambaran irama jantung tidak teratur,” kata Agus.
Agus menjelaskan, berdasarkan keterangan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi Kloter 1 JKG, almarhumah dalam kondisi sehat saat masih di Indonesia.
Baca Juga: Kekasih Eril: Kamu akan Hidup Selamanya di Dalam Diriku
“Makanya saat turun, mungkin karena Ibu Suhati punya darah tinggi juga, kemudian kurang istirahat dan lelah saat antre imigrasi tidak sadarkan diri langsung pingsan,” kata Agus.
Suhati yang lahir pada 21 Maret 1958 merupakan salah seorang calon haji yang tergabung dalam Kloter Pertama Embarkasi JKG dengan total 393 orang.
Embarkasi JKG 01 terdiri dari 393 jamaah haji. Terbang dari Jakarta pukul 06.05 WIB dan tiba Bandara AMAA pukul 11.30 waktu Arab Saudi (WAS).***
Artikel Terkait
Haji Mabrur Dambaan Utama Umat Islam, Ini Lima Tanda-tanda Jamaah Mendapatkannya
Kemudahan Bagi Jamaah Haji Tahun ini, Mulai Layanan Air Zamsam Hingga SIM Card Gratis
Gelang Jemaah Haji Mengandung Data Identitas Diri. Ini Detil Isinya
Kloter Pertama Haji 4 Juni 2022. Berikut Jadwal Lengkap Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji
Banyak Jamaah Haji Masuk Kategori Risiko Tinggi, Hindari Dehidrasi dan Heatstroke
Kemenkes Siapkan Gelang Khusus Bagi Jamaah Haji Berisiko Tinggi. Ini Detail Fungsinya
Perhatian untuk Jemaah Haji 2022: Hasil PCR Maksimal 72 Jam Sebelum Berangkat ke Arab Saudi
Begini Nasib Jemaah Haji yang Positif Covid 19 saat Mau Berangkat ke Arab Saudi