Songsong Satu Abad NU akan Digelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia dan Fikih Peradaban

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Minggu, 22 Mei 2022 | 09:55 WIB
Ketua Umum PBNU  KH Yahya Cholil Staquf saat membuka acara Konferensi Besar PBNU di Jakarta (pic/Infokom dan Publikasi PBNU)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat membuka acara Konferensi Besar PBNU di Jakarta (pic/Infokom dan Publikasi PBNU)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan, NU memiliki sejumlah program strategis dalam menyongsong satu abad NU pada tahun depan.

 

Menyambut satu abad itu, PBNU akan membuat serial program yang bersifat dinamis. Tujuannya, ketika NU berusia 100 tahun, seluruh warga nahdliyin sudah sungguh-sungguh memiliki wawasan yang jelas dengan apa yang akan dilakukan 100 tahun ke depan.

Memasuki usia seabad itu, PBNU akan membuat program yang terdiri dari sembilan klaster di berbagai bidang, termasuk program berskala internasional.

Baca Juga: Serie A Pekan ke-28, AC Milan Bisa Raih Scudetto di Kandang Sassuolo

Dua di antara kegiatan berskala internasional yang akan digelar itu adalah konferensi internasional para pemimpin agama seluruh dunia atau Religion 20 (R20) dan  fikih peradaban.

"Dua agenda agenda ini sedang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia terkait dengan berbagai kemelut di belahan dunia," kata Ketua Umum PBNU  KH Yahya Cholil Staquf, saat membuka acara Konferensi Besar PBNU di Jakarta, belum lama ini.

Dengan sejumlah ikhtiar itu, kata Gus Yahya, NU akan menemukan alur tempuh secara bermakna dalam mencari solusi atas masalah-masalah kemanusiaan dan peradaban.

Baca Juga: Pengurus IKA Mahakarta 2022-2025 Dilantik Minggu, 22 Mei. Siap Berkontribusi Nyata untuk Bangsa dan Negara

Gus Yahya mengatakan, dalam empat bulan ini, ia bersama jajaran tanfidziyah berhasil membangun rancangan agenda dan khidmat yang akan dijalankan lima tahun ke depan. "Dalam lima tahun ke depan, semua kita, pengurus pusat dan daerah akan disibukkan menjalankan program-program itu," katanya.

Sejak dilantik menjadi Ketua Umum, PBNU telah menyusun program di antaranya program peremajaan sawit rakyat sebanyak 80 ribu hektar di seluruh Indonesia, pengembangan kampung nelayan di 80 titik, program 10 wira santri, bimbingan pernikahan, dan pelatihan kader.

Menurut Gus Yahya, Konferensi Besar PBNU ini digelar untuk merespons perkembangan-perkembangan yang terjadi. Salah satunya menyangkut pekerjaan-pekerjaan besar yang harus dilakukan NU. Untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar itu diperlukan sistem kaderisasi yang mumpuni.

Baca Juga: Berdiri di Kaki Gunung Slamet di Ketinggian 1.800 Meter, Masjid Ini Jadi Masjid Tertinggi di Kabupaten Tegal

"Sistem kaderisasi ini akan menjadi salah satu tema yang akan kami bahas dalam Konbes PBNU kali ini," ungkap Gus Yahya.

Pada Konferensi Besar PBNU yang berlangsung 20-22 Mei 2022 itu juga ditanda tangani nota kesepahaman antara PBNU dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Nota kesepahaman itu sangat strategis bagi NU, terutama dalam bidang tata kelola teknologi informasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Infokom dan Publikasi PBNU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X