Modernisasi pemilu ini meningkatkan kepercayaan nasional dan internasional kepada Filipina dan menjadikan Filipina salah satu negara yang layak di contoh untuk pemungutan suara di Asia. Menurut dua survei independen, mayoritas pemilih Filipina 89% mempercayai hasil pemilu tahun 2019 dan 90% mereka sangat puas dengan sistem pemilihan otomatis. Kredibilitas dan peringkat kepuasan COMELEC, KPUnya Filipina melonjak ke rekor tertinggi dalam sejarah ke angka 74%.
Sore harinya pada pukul 17.00 waktu Filipina setelah mengamati proses Pemungutan suara di beberapa TPS, Idham bertemu dengan Presiden Senat Filipina, Sir Vicente Sotto III, didampingi oleh House Speaker of the House of Representatives. Pertemuan tersebut membahas proses rekapitulasi suara (canvassing) yang akan dimulai pada pukul 19.00 waktu setempat sampai dengan 5 hari berikutnya.
Sebagai tambahan, Comelec (KPU Filipina) tidak mentabulasi /merekapitulasi hasil perolehan suara (canvassing) pemilu presiden dan wakil presiden, tetapi Kongres (Senator dan DPR) yang merekapitulasi dan menetapkan hasil Pemilu tersebut.
Saat ini protes pemilu turun drastis, di mana ada ribuan protes yang diajukan setelah pemilihan manual sebelum tahun 2010 ke Majelis Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat atau House of Representatives Electoral Tribunal (HRET).
Baca Juga: Syawalan di Demak Dipadati Wisatawan, Ini yang Dilakukan Polisi di Kota Wali
Pada tahun 2013, jumlah protes elektoral turun menjadi 37, dan pada 2016 hanya 28. Pada tahun 2019, jumlah protes turun menjadi hanya 20, dan ini pencapaian luar biasa yang dicapai dalam waktu kurang dari satu dekade.
Kekerasan terkait pemilu juga menurun drastis sejak teknologi mulai ada digunakan pada tahun 2010. Pada tahun 2010, terdapat 176 kasus kekerasan yang dilaporkan, peningkatan besar atas ratusan kasus yang pemilu manual yang terus-menerus terganggu.
Pada 2019, Philippine National Police (PNP) melaporkan hanya ada 43 kasus terkait pemilu. Kekerasan, menurun 60% dari 2016. Departemen Pendidikan juga telah melaporkan lebih sedikit insiden kekerasan terhadap guru yang menjabat sebagai pekerja pemungutan suara.
Baca Juga: Lebaran Berlalu, Simak Berapa Volume Kendaraan dari H+2 Sampai H+5 di Tol Transjawa
Efek positif juga langsung dirasakan pada sektor perekonomian, setelah modernisasi pemilu pertama pada tahun 2010, Filipina Bursa Efek atau The Philippine Stock Exchange, Inc. (PSEi) membukukan keuntungan 3,85% dan Peso Filipina naik 1% terhadap dolar. Pasca Pilkada 2016, PSEI naik 221 poin (3,09%) ditutup pada 7.369. Itu akhirnya akan melampaui 7.500, didukung oleh euforia dari pemilu damai. Investor menyambut pemilu 2016 yang umumnya damai dan tertib.***
Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co
Artikel Terkait
Manchester City 5-0 Newcastle: Aroma Juara Liga Premier Tercium oleh Pasukan Pep Guardiola
Tiga Bocah Viral Pamer Kemaluan di GOR Mendapat Pendampingan Psikologi Dari Polisi
Bukan Termasuk Tujuan Arus Balik, Ganjar Tak Berlakukan WFH di Pemprov Jateng
Arus Mudik & Balik di Jateng Lancar, Ganjar Pranowo: Alhamdulillah, Terima Kasih…
Kepala SDN Batursari 5 Demak Juara Berbagai Lomba Karya Tulis, Raih Hadiah Lebih dari Rp 100 Juta