8 Meninggal Dunia dan 6 Ribu Warga Mengungsi Pascagempa Pasaman Barat

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Minggu, 27 Februari 2022 | 09:04 WIB
Guncangan kuat gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat pagi (25/2). Parameter gempa yang terjadi bermagnitudo (M) 6,2 dan berlangsung pada pukul 08.39 WIB. Sebanyak 6 ribu warga mengungsi Pascagempa Pasaman Barat. (pic. BPBD Sumatra Barat)
Guncangan kuat gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat pagi (25/2). Parameter gempa yang terjadi bermagnitudo (M) 6,2 dan berlangsung pada pukul 08.39 WIB. Sebanyak 6 ribu warga mengungsi Pascagempa Pasaman Barat. (pic. BPBD Sumatra Barat)

Baca Juga: LaLiga: Atletico Madrid Menyodok ke Empat Besar Menggusur Barcelona

Di wilayah Kabupaten Pasaman, rumah rusak berat sebanyak 100 unit dan rusak ringan 300 unit, sedangkan di Kabupaten Pasaman rumah rusak 10 unit dimana petugas masih menentukan kategori kerusakan.

Di Kabupaten Lima Puluh Kota, rumah rusak berat sebanyak 3 unit, rusak sedang 5 unit dan rusak ringan 6 unit.  Sedangkan di Kabupaten Agam, tercatat rumah rusak ringan 1 unit.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam gempa bumi melalui SK bernomor 188.45/160/BUP-PASBAR/2022. Masa tanggap darurat akan berlaku selama 14 hari, terhitung pada 25 Februari hingga 10 Maret 2022.

Baca Juga: IAIN Salatiga Peringkat 8 PTKIN Terbaik Versi Webometrics dan Jadi IAIN Terbaik Ke 4 Se-Indonesia

Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak antara lain terpal dan tenda pengungsian, makanan siap saji, air bersih maupun perlengkapan keluarga.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto bersama jajaran dan perwakilan Komisi VIII Lisda Hendarjoni telah berada di lokasi terdampak dan diterima oleh Gubernur Sumatra Barat Sabtu (26/2).

Kepala BNPB ingin memastikan dukungan sumber daya, perangkat dan alat utama dalam penanganan darurat.

Baca Juga: SNMPTN: Ini Prediksi Nilai Rata-Rata Rapor Agar Lolos SNMPTN UGM Tahun 2022, Nilaimu Masuk Gak?

Selain itu, Suharyanto meminta pos komando (posko) di tiap kabupaten dan kota terdampak untuk terbentu dan berkoodinasi langsung dengan posko provinsi maupun Pusat Pengendalian Operasi BNPB.

Pada masa penanganan darurat ini, selain pelayanan warga terdampak, priortas utama dalam 7 x 24 jam ke depan yaitu pencarian dan penyelamatan korban gempa. ***

Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X