TITIKTEMU.CO JAKARTA - Akselerasi strategi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060 tengah digenjot pemerintah.
Salah satunya dengan mengoptimalkan program konversi motor Bahan Bakar Minyak (BBM) ke listrik yang ditargetkan sebanyak 1.000 unit di tahun 2022.
Baca Juga: Indonesia Diprediksi Bakal Dibanjiri Kendaraan Listrik
Baca Juga: Wah Ternyata Harga BBM Naik, Segera Cek ke SPBU. Berikut Daftar Lengkapnya
Kementerian ESDM akan memfasilitasi masyarakat yang ingin mengubah mesin kendaraan motor konvensional mereka menjadi motor listrik.
Apalagi Badan Penelitian dan Balitbang Kementerian ESDM saat ini sudah memiliki blueprint soal konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik.
Baca Juga: Juventus Nyaris Kalah dan Hampir Tergusur dari Empat Besar Liga Serie A Italia
"Kalau tertarik bisa saya fasilitasi bagaimana mengonversi motor fosil ke listrik, kebetulan di Balitbang (ESDM) punya blueprint," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana.
Untuk membangun ekosistem konversi motor listrik, terdapat dua hal yang menjadi sorotan pemerintah. "Kita ingin membangun bengkel dan industri kompenen. Dua yang menurut saya bisa menjadi salah satu startup energi," ujar Dadan.
Bila program dijalankan dengan baik akan menekan emisi dan biaya energi. "Saya sudah hitung kira-kira biaya energinya itu hanya sepersepuluh dari biaya sekarang. Misalnya kita mengeluarkan uang untuk veli BBM Rp10 ribu, nanti bisa Rp1000 saja," rinci Dadan.
Baca Juga: Begini Cara Atasi Kolesterol Tinggi Ala dr Zaidul Akbar, Mudah dan Cespleng
Dadan menyebutkan, masyarakat bisa merogoh kocek Rp 10 juta per unit untuk mengonversi menjadi motor listrik. "Biaya yang dibutuhkan untuk sepeda motor sekitar Rp10 juta. Kenapa malah Rp10 juta? Karena harga motor yang spek-nya Rp20 jutaan, bukan sepeda listrik seperti yang dipakai di komplek," ungkapnya.
Demi mempercepat penerapan kendaraan listrik untuk tranportasi sebagai rencana aksi transisi energi, Kementerian ESDM tengah mendorong pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Upaya ini dilakukan dengan melakukan kerja sama berupa Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dirjen EBTKE dan Deputi Bidang Usaha Kecil Menegah KemenKopUKM tentang Seinergi Transformasi Menuju Energi Baru, Terbarukan, dan Penerapan Konservasi Energi Pada Usaha Kecil dan Menegah di Gedung Smesco Indonesia, di Jakarta 8 Pebruari 2022 lalu.
Artikel Terkait
Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa di Kota Semarang
Membanggakan Motor Listrik Produksi Anak Bangsa Dieskpor ke Senegal!
Efisiensi Sistem Pengaturan Tenaga Listrik Menggunakan Smart Grid
Ganjar Pamerkan Motor Listrik Buatan Jateng, Namanya Evo
Percayalah, Peluang Bisnis Otomotif Masa Depan adalah Kendaraan Listrik
Tren Kendaraan Listrik ke Depan, Telah Disiapkan Sejak Dini
Kementerian ESDM Ajak Kementerian Lain Percepat Konversi Kendaraan Listrik