• Selasa, 24 Mei 2022

Indonesia Diprediksi Bakal Dibanjiri Kendaraan Listrik

- Selasa, 25 Januari 2022 | 13:53 WIB
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memprediksi Indonesia akan dibanjiri kendaraan listrik seiring disrupsi teknologi. (pic. pii)
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memprediksi Indonesia akan dibanjiri kendaraan listrik seiring disrupsi teknologi. (pic. pii)

TITIKTEMU.CO JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memprediksi Indonesia akan menghadapi implementasi besar-besaran kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), connected-autonomous vehicles atau kendaraan otonom terkoneksi (CAV), dan mobility as a service (MaaS) seiring dengan disrupsi teknologi, yang membawa perubahan besar pada sektor transportasi di Indonesia.

"Dalam beberapa dekade dari sekarang Indonesia akan dibanjiri kendaraan listrik dan kendaraan listrik tanpa pengemudi (otonom), seiring dengan pengembangan teknologi dan inovasi," kata Ketua Umum PII Heru Dewanto, dalam sebuah webinar bertajuk "Technology Innovation and Business in Transportation Sector", belum lama ini.

Baca Juga: Catat! Mulai 26 Januari 2022 Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup Sementara

Baca Juga: Kunci Gitar Lagu Menghapus Jejakmu, Ditonton Lebih 5 Juta Kali Sehari, Trending di YouTube!

Menurut Heru, ada empat fitur utama yg menandai tren transportasi dan mobilitas masa depan, yakni autonomous, connected, electrified, and shared (ACES), belum lagi potensi teknologi blockchain yang dapat melengkapi fitur-fitur ini dalam waktu dekat," kata Heru seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman PII.

Heru menambahkan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam fase ke-4 evolusi transportasi perkotaan, dengan platform ride-hailing (layanan online) menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Liga Inggris: Manchester City Tertahan, Manchester United Menang Berkat Rashford di Menit Terakhir

"Layanan kendaraan online adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya," ujarnya.

Inovasi teknologi di berbagai negara di seluruh dunia masih berlangsung dalam bentuk dan kecepatan yang berbeda-beda berdasarkan faktor sosial ekonomi, norma sosial budaya, pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan, serta kualitas dan ketersediaan angkutan umum.

Halaman:

Editor: Agus Hermanto

Sumber: PII

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X