TITIKTEMU.CO, Sydney - Para astronom menemukan sinyal tidak biasa atau gelombang radio aneh yang datang dari arah pusat galaxy Bima Sakti.
Seperti dikutip dari University of Sydney, gelombang radio ini tidak cocok dengan pola sumber radio variabel yang saat ini dipahami. Kemungkinan dimasukkan dalam kelas baru objek bintang.
“Sinyal yang paling aneh dari sinyal baru ini adalah memiliki polarisasi yang sangat tinggi. Ini berarti cahayanya berosilasi hanya dalam satu arah. Tetapi arah itu berputar seiring waktu, ”kata Ziteng Wang, penulis utama studi baru dan mahasiswa PhD di School of Physics di University of Sydney.
Baca Juga: Polda Jateng Mageri Segoro, Tanam Mangrove di Pantai Utara dan Pantai Selatan Wilayah Jawa Tengah
“Kecerahan objek juga bervariasi secara dramatis, dengan faktor 100, dan sinyal menyala dan mati tampaknya secara acak. Kami belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya, seperti dikutip dari University of Sydney, Rabu (13/10/2021).
Banyak jenis bintang memancarkan cahaya variabel melintasi spektrum elektromagnetik. Dengan kemajuan luar biasa dalam astronomi radio, studi tentang objek variabel atau sementara dalam gelombang radio adalah bidang studi yang sangat besar yang membantu kita mengungkap rahasia semesta.
Pulsar, supernova, bintang yang berpendar, dan semburan radio cepat adalah semua jenis objek astronomi yang kecerahannya bervariasi.
Baca Juga: Banyak Korban Berjatuhan, Kapolri Perintahkan Tindak Represif Pinjol
“Awalnya kami mengira itu bisa jadi pulsar jenis bintang mati berputar yang sangat padat. Atau jenis bintang yang memancarkan semburan matahari besar. Tetapi sinyal dari sumber baru ini tidak sesuai dengan apa yang kami perkirakan dari jenis benda langit ini,” kata Wang.
Penemuan objek tersebut telah dipublikasikan di Astrophysical Journal.
Wang dan tim internasional, termasuk ilmuwan dari badan sains nasional Australia CSIRO, Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, Spanyol. Serta Prancis menemukan objek tersebut menggunakan teleskop radio ASKAP CSIRO di Australia Barat.
Baca Juga: Tinjau Vaksinasi, Panglima TNI Serahkan Bansos Pada Masyarakat Kepri
Pengamatan lanjutan dilakukan dengan teleskop MeerKAT milik South African Radio Astronomy Observatory.
Supervisor PhD Wang adalah Profesor Tara Murphy juga dari Sydney Institute for Astronomy dan School of Physics.
Artikel Terkait
Kecelakaan Aneh, Pengendara Tewas Ditabrak Mobilnya Sendiri saat Beli Makanan
Idap Penyakit Aneh, Kebahagiaan Maia Estianty Tinggal di Amerika Serikat Menjadi Terganggu
Lakukan Hal Berikut Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 22
Awas! Peringatan BMKG, Perairan Jawa Timur Potensi Gelombang Tinggi
Deadline 14 Oktober, Peserta Prakerja Gelombang 20 Segera Beli Pelatihan Pertama!