Pelaksanaan PTM Terbatas di Pesantren Butuh Dukungan Banyak Pihak

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Kamis, 30 September 2021 | 20:42 WIB
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH. Abdul Ghaffar Rozin (dakwahnu.id)
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH. Abdul Ghaffar Rozin (dakwahnu.id)

TITIKTEMU.CO. Jakarta - Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar berjalan lancar dengan tetap mengedepankan perlindungan kesehatan.

Proses belajar dengan tatap muka dinilai lebih efektif, sehingga perlu didorong pelaksanaannya di sekolah, pesantren, serta instansi pendidikan lainnya.

Penyelenggara pendidikan, baik sekolah maupun pesantren yang bernaung di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh implementasi PTM secara terbatas.

Baca Juga: Duh, Windows 11 Belum Bisa Mengakses Aplikasi Android di Desktop. Kenapa?

Mereka juga siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mendukung PTM terbatas.

Dukungan disampaikan oleh Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH. Abdul Ghaffar Rozin dan Sekretaris Jenderal LPI Ma'arif NU Harianto Oghie. RMI NU menaungi hampir 24.000 pesantren, sedangkan LPI Ma'arif menaungi hampir 22.000 sekolah.

Gus Rozin dan Harianto mengungkap dukungan itu dalam Istighosah dan doa bersama, Rabu malam, 29 September 2021, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemendikbud Ristek, KPCPEN, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dan Pengurus Besar NU.

Baca Juga: Pasca Penangkapan Kadis dan Kabid oleh Kejati, Pejabat DPKPP Indramayu Menghilang

Gus Rozin mengatakan, RMI bersama seluruh elemen NU terus berusaha menerapkan protokol kesehatan untuk mendukung pembelajaran tatap muka secara terbatas di lingkungan pesantren.

RMI NU berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik di pesantren secara aman dan menghindari risiko penyebaran COVID-19.

Gus Rozin mengatakan, tradisi pesantren selama ratusan tahun menggelar pendidikan secara tatap muka dan berkelompok.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Donasi dari Italia Tiba di Indonesia. Wujud Sukses Diplomasi Vaksin RI

"Hampir seluruh kegiatan santri sejak bangun tidur dilakukan secara berkelompok," ujar Gus Rozin.

Pandemi membuat hampir 24.000 pesantren yang dinaungi RMI NU terpaksa meninggalkan tradisi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: KPCPEN

Tags

Rekomendasi

Terkini

X