Kisah Lima ABK Bertahan Berhari-hari di Tengah Lautan saat Kapal Mereka Terbakar

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Minggu, 26 September 2021 | 14:37 WIB
KM Hentri GT 195 saat Terbakar (Dok. Istimewa)
KM Hentri GT 195 saat Terbakar (Dok. Istimewa)

TITIKTEMU.CO, Maluku Tenggara - Sebanyak lima orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Hentri GT 195, terombang-ambing di tengah laut perairan Maluku Tenggara.

Mereka terpaksa bertahan di atas kapal sambil berharap kebakaran segera padam di KM Hentri GT 195.

"Namun api terus membesar. Bahkan sebagian badan kapal sudah tenggelam karena dilalap si jago merah. Sementara situasi di perairan gelombang tinggi terus menghantam kapal," kata kata Ardian Rahman, salah seorang korban selamat dari tragedi KM Hentri GT 195, Minggu, 26 September 2021.

Baca Juga: Tukul Arwana Pendarahan Otak, Meggy Diaz: Mas yang Paling Aku Sayangi, Lekas Sehat Ya...

Ardian menambahkan, mereka saat itu memang tidak ada pilihan untuk bisa selamat dengan melompat ke tengah lautan.

"Akhirnya kami memilih untuk melompat ke dalam laut dengan peralatan seadanya. Ada 31 orang di atas kapal, beberapa kali kami meloncat ke laut dan kembali naik ke atas kapal hanya untuk menghindari api," kata dia.

Ardian juga mengatakan, mereka saat itu melompat ke lautan hanya dengan pakai busa.

Baca Juga: Seorang Wanita Cantik Ditemukan Tewas di Carolina Selatan Setelah 2 Hari Hilang

"Busa sama saya dilempar-lemparin ada balok ada apa, semua masih pada bertahan. Hanya ada dari cuacanya dari kapalnya 22 knot itu, yang bikin kami terbawa hanyut," ucap dia.

Ardian juga menceritakan saat api membesar sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (3/9/2021). Dari 31 orang, hanya tersisa lima orang, termasuk Ardian.

ABK lainnya, kata dia, hilang terbawa gelombang perairan Maluku.

Baca Juga: Jelang Bergulirnya Seri Pertama Liga ll, PT LIB Gelar Tumpengan di Stadion Manahan Solo

"Loncat di sini timbul di mana gitu, ada 31 total. Waktu kejadian kapal sedang berjalan, saya turun ke bawah sudah ada api penyebabnya enggak tahu. Saya tanggung jawab besar," ungkapnya.

"Beberapa kali terjun lalu balik ke atas kapal (menghindari api) 3 sampai 6 posisi kapal masih terapung, ia terapung tapi belakangnya sudah tenggelam. Sudah terkena air, api mau ke depan saya loncat lagi ke air pindah lagi ke belakang, tanggal 6 jam 13.00 WIB ada kapal penyelamat, pencari telur ikan," ucap Ardian menambahkan.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Bengkel Galangan Kapal Terbakar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X