Epidemiolog Sebut Lonjakan Kasus Dapat Kembali Terjadi di Tengah Peningkatan Mobilitas

photo author
Amraf, TitikTemu.co
- Jumat, 24 September 2021 | 22:35 WIB
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono (Dok. BNPB)
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono (Dok. BNPB)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Peningkatan mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran aktivitas dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa mengarah pada potensi lonjakan kasus ketiga Covid-19 di Indonesia.

Kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan tidak boleh mengendur agar risiko itu dapat dihindari.

Berdasarkan pantauan Kementerian Kesehatan, tingkat mobilitas masyarakat saat ini sudah jauh meningkat dibandingkan masa PPKM Darurat pada Juli atau masa PPKM level 4 pada awal Agustus.

Baca Juga: Momentum Penurunan Kasus, Pemerintah Tingkatkan Deteksi, Terapeutik, dan Vaksinasi

Mobilitas di hampir semua provinsi menunjukkan peningkatan. Bahkan tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi.

Terkait hal tersebut, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko mengingatkan bahwa, “Risiko penyebaran Covid-19 semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya mobilitas dan kerumunan masyarakat. Belajar dari sebelumnya, beberapa kali lonjakan kasus Covid-19 di tanah air terjadi setelah melewati libur panjang yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan orang meningkat.”

Belum lagi, lanjut Tri Yunis, Indonesia akan menghadapi hari libur keagamaan serta mendekati libur tahun baru yang akan membuat mobilitas masyarakat kian tinggi.

Ancaman gelombang ketiga Covid-19 juga semakin besar jika capaian vaksinasi tidak sampai 50 persen pada Desember 2021.

Baca Juga: Harga Telur Ayam Kian Retak dan Terjun Bebas, Ini Kata Pedagang Telur dan Peternak Ayam

“Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya," kata Tri Yunis.

Menurutnya, kalaupun capaian vaksinasi bisa sampai 50 persen, lonjakan kasus masih bisa tetap terjadi mobilitas masyarakat tidak dibatasi di periode libur panjang akhir tahun ini.

Dalam skenario ini, lanjut Tri Yunis, lonjakan kasus diperkirakan akan terjadi selambat-lambatnya pada Maret 2022.

Baca Juga: Perempuan ini Ditangkap Polisi Gara-gara Lempar Kepala Pacar Pakai Ponsel Hingga Tewas

Tri Yunis juga mengingatkan, puncak kasus juga bisa terjadi jika penelusuran kontak lambat dan pengawasan saat pasien COVID-19 isolasi mandiri lemah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amraf

Sumber: KPCPEN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X