TITIKTEMU.CO
Presiden Jokowi menegaskan Covid-19 tidak akan hilang. Saat ini Pemerintah hanya melakukan upaya pengendalian agar virus tidak menyebar. Karena itu Jokowi meminta jajarannya mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak merasa bahwa perang melawan wabah sudah tuntas hingga ke akarnya. Sampaikan kepada masyarakat, kepada rakyat, bahwa yang namanya Covid-19 ini tidak mungkin hilang secara total,” kata Jokowi.
Presiden mengingatkan hal itu saat memimpin rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Hati-hati, Efek Long Covid. Penelitan Sebutkan Sakit Covid-19 Parah Bisa Turunkan Kecerdasan
Selanjutnya, Jokowi mengungkapkan perkembangan kasus harian Covid-19 dalam tiga hari terakhir mengalami perbaikan. Tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit berada di angka 19%.
"Wisma Atlet (BOR) tiga hari yang lalu 11%, kemudian hari ini 9%. Sekarang ini jangan sampai Informasi seperti ini disalahmengertikan bahwa sudah boleh ini, sudah boleh ini, sudah boleh ini. Ini yang berbahaya,” tegas dia.
Sementara itu, Selasa (7/9/2021) Presiden didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Vaksinasi Merdeka di Pondok Pesantren KH Syamsudin, Ponorogo, Jawa Timur.
Baca Juga: Jokowi Tekan Biaya PCR Maksimal Rp. 550 Ribu, Netizen Bilang Masih Kemahalan
Dikutip Titiktemu.co dari laman humaspolri.go.id, vaksinasi dilaksanakan serentak di 341 titik tempat ibadah dan pondok pesantren. Presiden dan Kapolri sempat menyapa secara virtual pelaksanaan vaksinasi di sejumlah rumah ibadah dan ponpes di Jawa Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Kapolri, Vaksinasi Merdeka merupakan strategi yang dilakukan TNI-Polri terkait percepatan terciptanya kekebalan komunal. Kegitan tersebut melibatkan rumah ibadah dan pondok pesantren.
Baca Juga: Kebut Vaksinasi, Indonesia Kembali Kedatangan 1,2 Juta Dosis Vaksin Pzifer
“Sasarannya masyarakat umum, lansia, jemaah, santri, pengasuh pondok pesantren, dan pengurus rumah ibadah. Total sasaran 346.688 orang,” kata Listyo.
Selain vaksinasi juga ada penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Presiden Jokowi kepada warga yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19. Bansos sebanyak 60.341 paket sembako dan 88 ton beras.