3. Batik Sidoasih (Surakarta dan Yogyakarta)
Batik motif Sidoasih berasal dari Kraton Surakarta dan Yogyakarta, biasanya dikenakan pengantin puteri pada saat malam pengantin.
Motif Sidoasih bermakna, Sido dalam bahasa jawa memiliki arti jadi, asih berasal dari kata kasih yang mengalami pelepasan huruf K, asih bisa berarti sayang, cinta dan eman.
Motif ini mempunyai makna agar hidup berumah tangga selalu penuh kasih sayang. Makna dari motif Sidoasih adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.
Baca Juga: Siap-siap Tisu! Until Tomorrow Tayang di Bioskop 29 September
Sedangkan Batik Motif Sidoasih yang berasal dari Yogyakarta motifnya berbentuk pola semen. Pola semen yang berasal dari kata semi, selalu bermuatan gambar tumbuhan atau gunung, tempat berseminya tanaman. Semen Sidoasih dipakai pada upacara pernikahan, dengan harapan pengantin akan membangun hidupnya dengan kebahagiaan penuh kasih.
4. Batik Sidoluhur (Solo)
Motif Batik Sidoluhur dipakai oleh pengantin Wanita Jawa di malam pengantin. Budaya Jawa mengatakan saat memakai batik ini, kelak kehidupan rumah tangga kedua mempelai akan mendapat kelancaran dan kemuliaan.
Arti dari motif ini adalah menjadi orang yang terhormat dan bermartabat.
Batik Sidoluhur merupakan batik tradisional yang sudah ada bahkan sebelum Kesultanan Mataram berdiri. Batik Sidoluhur diciptakan oleh Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati pendiri Kesultanan Mataram.
Ki Ageng Henis sendiri dipercaya merupakan seseorang yang memiliki kesaktian.
Konon, Ki Ageng Henis menciptakan batik Sidoluhur untuk keturunannya.
Ki Ageng Henis berharap kelak keturunannya yang memakai batik ini dapat memiliki hati dan pikiran yang luhur dan mulia. Sehingga nantinya, anak cucunya dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.
Baca Juga: 7 Fitur Baru Whatsapp Yang Sudah dan akan Dirilis. Nomor 6 Mungkin Kabar Gembira Anda
5. Batik Kawung (Yogyakarta)
Disusun pada empat sudut persegi
Motif Batik Kawung artinya pengendalian diri yang sempurna yaitu sebagai simbol hati nurani manusia yang suci dan murni.