TITIKTEMU.CO - Ilmuwan AS telah menemukan virus baru pada kelelawar yang bisa menjadi kabar buruk bagi manusia. Virus baru, yang disebut Khosta-2 tidak hanya menginfeksi sel manusia, tetapi juga resisten terhadap vaksin saat ini.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Pathogens mengatakan bahwa virus tersebut kebal terhadap antibodi orang yang sudah divaksinasi terhadap SARS-CoV-2—penyebab COVID-19.
Dikutip dari ndtv.com, virus ini pertama kali ditemukan pada kelelawar di Rusia pada tahun 2020 tetapi pada saat itu para ilmuwan tidak berpikir bahwa virus tersebut merupakan ancaman bagi manusia.
Baca Juga: 8 Tempat Wisata Di Malang, No. 4 Disebut Berstandar International
Setelah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, mereka menemukan bahwa virus yang terdapat di kelelawar tersebut dapat menginfeksi sel manusia dan dapat menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Apa itu Khosta-2?
Virus bernama Sarbecovirus, yang termasuk dalam Khosta-2 dan SARS-CoV-2, adalah subkelompok dari coronavirus.
Menurut sebuah laporan di majalah Time , virus terkait yang juga ditemukan pada kelelawar Rusia, Khosta-1, tidak dapat memasuki sel manusia dengan mudah, tetapi Khosta-2 bisa.
Baca Juga: Prosesi Meniti Jadah di Acara Tedhak Siten Ameena Atta Halilintar, Ternyata Ini Artinya...
Khosta-2 menempel pada protein yang sama, ACE2 yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menembus sel manusia.
Seorang peneliti mengatakan bahwa reseptor pada sel manusia adalah cara virus masuk ke dalam sel. Jika virus tidak dapat masuk ke dalam pintu, maka virus tersebut tidak dapat masuk ke dalam sel, dan sulit untuk membuat jenis infeksi apa pun.
Virus baru dapat masuk pada sel manusia dengan mudah. Michael Letko, seorang penulis penelitian mengatakan bahwa orang yang divaksinasi terhadap covid-19 tidak dapat menetralisir virus, dan orang yang telah pulih dari infeksi Omicron juga tidak dapat menetralisir virus.
Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa seperti varian Omicron dari SARS-CoV-2 virus ini tidak memiliki gen yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Tetapi pada akhirnya bisa berubah jika bercampur dengan gen SARS-CoV-2.
Bagaimana penyebarannya?
Virus Khosta-2 disebarkan oleh satwa liar seperti kelelawar, trenggiling, anjing rakun dan musang lontar. Menurut Letko, sulit untuk mengatakan pada tahap ini apakah Khosta-2 berpotensi memicu epidemi atau bahkan pandemi, ucapnya kepada Newsweek.