TITIKTEMU.CO JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan dirinya terpapar Covid-19 saat berada di Amerika Serikat, beberapa waktu yang lalu.
Hal itu dia tuturkan dalam unggahan status di laman Facebook pribadinya, Senin 9 Mei 2022.
Baca Juga: Hadiri ASEAN-US Special Summit di Washington, Presiden Jokowi Transit di Bandara Amsterdam
Baca Juga: KPU RI Menjadi Pemantau Internasional Pemilu Filipina
“Dua minggu lalu, di bagian akhir kunjungan kerja saya di Amerika Serikat, setelah melakukan 47 acara pertemun fisik yang begitu padat, sering dilalukan tanpa masker (sesuai aturan di Amerika Serikat). Juga ditengah cuaca musim semi yang relatif masih dingin dan hujan serta dalam kondisi puasa, saya akhirnya tertular Covid-19,” tulis Sri Mulyani.
Karena sudah mendapat vaksin anti Covid-19 secara lengkap 2 kali dan juga vaksin booster jenis MRNA sesuai aturan vaksinasi pemerintah, dia mengaku hanya mengalami gejala sangat ringan.
Baca Juga: Penghentian Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Dipertanyakan
“Batuk sedikit dan pilek dengan sedikit sakit kepala beberapa hari,” ujar Sri Mulyani dalam unggahan status yang diberi judul: “Tertular Covid-19 dan manfaat vaksin lengkap dan booster vaksin Covid-19”.
“Menurut aturan di Amerika Serikat, karena gejala ringan, saya harus isolasi mandiri di New York. Selama isolasi mandiri di hotel, setiap pagi berjemur di jendela, saya ditemani buku “RAFA - My Story” tentang petenis juara dunia Rafael Nadal,” papar wanita yang beberapa kali menyabet penghargaan sebagai Menteri Keungan terbaik se-Asia Timur dan Pasifik itu.
Terkait sosok Rafael Nadal, dirinya mengagumi etos dan sikap disiplin sangat tinggi, humility dan dukungan keluarga yang sungguh luar biasa yang ditulis dalam kisah perjuangan Rafael Nadal, untuk mencapai juara rangking pertama dunia dan memenangkan Grand Slam yang sungguh luar biasa.
Baca Juga: Prediksi Wolves Vs Manchester City: Perburuan Gelar Juara Liga Premier Sampai Akhir Kompetisi
Cerita RAFA sungguh sangat inspiratif dan menambah perspektif hidup bagaimana mental juara digembleng dan bagaimana peran keluarga sangat penting dalam membentuknya menjadi manusia yang baik, rendah hati dan ulet.
“Buku “RAFA” pun menjadi teman yang menambah semangatnya untuk pulih kembali.
"Ahamdulillah, saya sembuh dalam waktu yang relatif singkat, sehingga segera bisa kembali ke Indonesia dan tetap dapat merayakan Iedul Fitri bersama keluarga di Semarang," kenangnya.