Baca Juga: AJI Jakarta & LBH Pers Akui Pernah Dampingi IW Jurnalis Perempuan yang Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sistem CBTC GoA 3 cbt C pada LRT Jabodebek dibangun oleh sinergitas BUMN, yaitu KAI, Adhi Karya, Len Industri dan INKA.
“Operator pada OCC akan memantau jalannya LRT dan hanya akan mengintervensi, jika ditemukan ketidaksesuaian, seperti adanya keterlambatan, gangguan suplai daya dan sebagainya”, ujar Joni.
Penggunaan GeA 3 untuk LRT Jabodebek telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 765 Tahun 2017.
KAI menjamin untuk memenuhi ketentuan teknis operasional serta keselamatan LRT Jabodebek, sesuai dengan kriteria desain yang diatur dalam regulasi pemerintah.
Dari segi keselamatan, LRT Jabodebek telah terlindungi oleh Automatic Train Protection (ATP) serta Interlocking and Zone Controller.
Dengan adanya ATP, LRT Jabodebek akan terlindungi dari over speed dan jaminan pengereman yang andal.
Sedangkan Interlocking and Zone Controller, menjamin tidak ada kesalahan pembentukan rute serta mendistribusikan otorisasi kontrol operasi LRT.
Baca Juga: Kebijakan Ganjil-genap di Jakarta Diperluas Jadi 13 Titik. 17 Jenis Kendaraan Dikecualikan.
“Keunggulan dari GoA 3 adalah seluruh operasi kereta dilakukan secara otomatis, sehingga mengurangi potensi kecelakaan akibat human error, meningkatkan akurasi jadwal kereta dan dapat mengoptimalkan jadwal perjalanan”, jelas Joni.
Rencananya, sistem operasi GoA 3 pada LRT Jabodebek akan diujicoba pertama kali secara terbatas pada Juni 2002.
Selanjutnya, akan terus diujicobakan, hingga peresmian LRT Jabodebek pada 17 Agustus 2022.
Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ajak Warga Antisipasi Tiga Ancaman saat Musim Hujan Memuncak
Pengoperasian kereta dengan sistem CBTC GoA 3 yang digunakan LRT Jabodebek juga sudah diterapkan di sejumlah negara lainnya, seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, Spanyol, Inggris dan Brasil.***