TITIKTEMU.CO, Nusa Dua - Indonesia akan memimpin Presidensi G20 pada 2022. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dan menampilkan yang terbaik dari Indonesia, selaku tuan rumah ajang internasional tersebut.
Kepala Negara menambahkan, dalam Presidensi G20 untuk pertama kalinya ini Indonesia juga akan menampilkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai. Tak hanya itu, Indonesia juga akan menampilkan kekayaan budaya bangsa.
"Kita juga ingin menampilkan kemajuan-kemajuan Indonesia yang telah kita capai dan juga showcase untuk kekayaan budaya bangsa yang majemuk, yang sangat beragam, dan sekaligus kita juga ingin menunjukkan leadership Indonesia dalam Presidensi G20 nantinya," tukas Presiden Jokowi.
Baca Juga: Piala AFF 2020: Timnas Garuda Indonesia Bertemu Kamboja di Laga Perdana, 9 Desember 2021
Nusa Dua yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan KTT G20 memiliki reputasi dan pengalaman dalam penyelenggaraan gelaran bertaraf internasional.
Oleh karena itu, Kepala Negara saat kunjungan kerja ke Bali, sekaligus meninjau kawasan The Nusa Dua yang memiliki Bali International Convention Center (BICC) serta sejumlah hotel kelas bintang lima.
Kawasan ini kerap dijadikan tuan rumah konferensi internasional. Perhelatan akbar dunia yang pernah dihelat di Nusa Dua adalah Annual Meeting IMF-World Bank Group tahun 2018.
Baca Juga: Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja, Bobol Jutaan Data Kependudukan, Rugikan Negara Milyaran Rupiah
Meski agenda besar tersebut baru akan digelar pada November 2022, Kepala Negara juga meminta agar semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat Bali agar dapat terus bekerja sama dalam mengendalikan Covid-19 menjelang gelaran pertemuan KTT G20 Bali.
Apalagi, seluruh kepala negara dan pemerintah dari negara-negara G20 bakal hadir di Bali.
Sejauh ini, Bali mengalami penurunan kasus SARS COV-2 yang signifikan. Hampir 95 persen menurun dari jumlah kasus pada Agustus 2021.
Baca Juga: Polri Siapkan Tim DVI dan Bantu Trauma Healing Korban Erupsi Gunung Semeru
Sedangkan, jumlah masyarakat Bali yang menerima vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 98 persen, dosis kedua sebanyak 80 persen.
Kondisi demikian membuat pemerintah setahap demi setahap melonggarkan pembatasan kegiatan di Pulau Dewata. Seperti keputusan membuka kembali penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Oktober 2021.