Raden Sujono membangkang dan pergi dari istana lantaran dipaksa menikah dengan wanita yang bukan pujaan hatinya.
Kesaktian Ki Ageng Balak diketahui setelah Majapahit mengalami pageblug dan sang ayah mendapatkan wangsit hanya Raden Sujono yang sanggup menyelesaikannya.
Baca Juga: Museum Loka Budaya Masuk di Situs Wisata Terkemuka Dunia Lonely Planet
Raden Sujono diminta untuk pulang, tapi ia menolak dan hanya memberikan petunjuk. Majapahit pun kembali makmur.
Sejak itulah makam Ki Ageng Balak diyakini dapat memberikan petunjuk untuk menyelesaikan masalah.
6. Dlepih Khayangan
Wisata spiritual di Dlepih, Khayangan, Wonogiri ini cukup moncer di kalangan bangsawan masyarakat Jawa, khususnya Solo dan Jogja.
Baca Juga: Akses Jalan Masuk ke Lokasi Kampung Jawi Semarang Diharapkan Segera Diperbaiki
Tempat ini diyakini menjadi saksi bisu pertemuan antara penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul dengan pendiri Wangsa Mataram Islam, Panembahan Senopati.
Maka tidaklah mengherankan jika tempat ini juga menjadi salah satu tempat labuhan yang digelar Karaton Kasultanan Ngayogyakarta atau Keraton Jogja, yakni Labuhan Dlepih.
Keraton Jogja sendiri merupakan salah satu penerus Wangsa Mataram setelah berpindah dari Kartasura ke Desa Sala yang menjadi Kasunanan Surakarta.
Baca Juga: Solo, Yogya dan Bali Jadi Pilot Project Wellness Tourism Indonesia, Apa itu Wellness Tourism?
7. Makam Sunan Bayat