Museum Loka Budaya Masuk di Situs Wisata Terkemuka Dunia Lonely Planet

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:38 WIB
Museum Lokabudaya di Universitas Cenderawasih, Jayapura (IG @papua.tourism)
Museum Lokabudaya di Universitas Cenderawasih, Jayapura (IG @papua.tourism)

TITIKTEMU.CO, JAYAPURA - Papua tidak hanya dikenal kaya dengan keanekaragaman flora dan faunanya. Provinsi dengan luas 312.224 kilometer persegi ini juga sangat kaya dengan budaya dan adat istiadatnya.

Pemerintah Provinsi Papua mencatat terdapat 255 suku dan Data balai Bahasa Papua mencatat ada 414 bahasa di bumi Cendrawasih.

Keadaan geografis yang terdiri dari gunung dan pantai tentu mempunyai ragam budaya yang berbeda. Budaya masyarakat pegunungan akan berbeda dengan yang tinggal di pantai.

Baca Juga: Anggotanya Terekam Melakukan Tindakan Kekerasan Kepada Demonstran, Kapolresta Tangerang Minta Maaf

Untuk berkunjung keseluruh suku tersebut tentu tidak mudah, harus menjelajahi kawasan pantai hingga ke pegunungan yang berpemandangan indah.

Tetapi kita bisa mengenal dan mengetahui keragaman tersebut di Museum Loka Budaya Papua yang berada di dalam kampus Universitas Cendrawasih (Uncen). Kota Jayapura.

Kita dapat menyaksikan koleksi benda-benda budaya dari suku-suku di Papua. Tetapi sekaligus belajar sejarah panjang Papua.

Baca Juga: Medali Emas Terjun Payung Ketepatan Mendarat Putra dan Putri, diraih Jawa Tengah dan Kontingen Tuan Rumah

Museum Loka Budaya Papua didirikan pada tahun 1970 dan diresmikan pada 1 Oktober 1973 oleh Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan Publik pada saat itu.

Koleksi di museum ini berjumlah sekitar 2500 buah, 900 buah diantaranya tersimpan rapih didalam etalase-etalase. Sebagian lainya disimpan karena keterbatasan ruangan museum.

Berbagai koleksi di Museum Lokabudaya Papua
Berbagai koleksi di Museum Lokabudaya Papua (IG @papua.tourism)

Tetapi setiap 5-7 tahun sekali koleksi-koleksi itu dirotasi agar semua dapat dipamerkan, dan jumlah koleksi di museum terus bertambah setiap tahunnya.

Keberadaan museum ini berawal dari salah satu anak dari Nelson Aldrich Rockefeller yakni Michael Clark Rockefeller, yang juga sejarawan dan ekonom muda melakukan ekspedisi ke pulau Papua.

Cicit dari orang terkaya didunia abad 20, John Davidson Rockefeller Sr ini mengagumi karya-karya patung kayu suku Asmat dan Dani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X