nasional

Pelaksanaan PTM Terbatas di Pesantren Butuh Dukungan Banyak Pihak

Kamis, 30 September 2021 | 20:42 WIB
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH. Abdul Ghaffar Rozin (dakwahnu.id)

Sebagian santri terpaksa diliburkan sehingga proses pendidikan tidak berjalan baik. Sebab, proses pendidikan di pesantren, terutama soal akhlak dan budi pekerti, dilakukan lewat pembiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Indonesia Menjadi Juara Grup C Setelah Mengalahkan Denmark 3-2 di Babak Penyisihan Grup C Sudirman Cup 2021

Pendidikan akhlak dan budi pekerti memerlukan proses pembelajaran tatap muka agar optimal.

Proses belajar dengan interaksi langsung guru dan murid juga akan lebih meningkatkan pemahaman murid.

Kepatuhan pada protokol kesehatan juga diterapkan di hampir 22.000 lembaga pendidikan Ma'arif, jaringan sekolah yang berafiliasi dengan NU.

Baca Juga: Terabas Stereotipe, Inilah Karakter Bond Girl yang Diperankan Ana de Armas di No Time To Die

"Mencegah kemudaratan diutamakan daripada mengambil manfaat," kata Sekretaris Jenderal LPI Ma'arif NU Harianto Oghie.

Penerapan protokol kesehatan di pesantren memang punya peluang dan tantangan.

"Pesantren lingkungan terbatas. Jadi, perlu membatasi interaksi dengan orang di luar dan di dalam pondok," kata Prof. Dr. dr. Soedjatmiko Sp.A(K), Msi, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI.

Baca Juga: 7 Manfaat Kopi Untuk Rambut Permasalahan Rambut

Prof. Soedjatmiko mengingatkan, virus COVID-19 hanya butuh 10 detik untuk masuk ke saluran pernafasan lalu berkembang biak dan menginfeksi organ tubuh lebih luas. Infeksi bisa terjadi kala orang berkumpul dan tidak memakai masker dengan benar.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Dirjen PAUD Kemendikbud Ristek Dr. Sri Wahyuningsih mengatakan, pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah diizinkan secara selektif.

"Hanya di zona hijau boleh tatap muka secara terbatas," ujarnya.

Baca Juga: Dear Gaes, Ini 10 Link untuk Twibbon Hari Kesaktian Pancasila

Sri mengatakan, sudah ada sejumlah panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Salah satunya adalah sekolah bisa memakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam penerapan protokol kesehatan.

Halaman:

Tags

Terkini