nasional

Presiden Serukan Perkuat Ketahanan Kesehatan Dunia Dengan Atasi Ketimpangan Vaksin Antar Negara

Kamis, 23 September 2021 | 23:09 WIB
Presiden Jokowi Ikuti Global Covid-19 Summit yang Digelar Secara Virtual ( Foto : Lukas/ Biro Pers Sekretariat Presiden)

 

 
 
 
TITIKTEMU.CO JAKARTA-- Pandemi Covid 19, yang melanda hampir seluruh negara di dunia, membuat sistem ketahanan kesehatan secara global menunjukkan kelemahannya. Untuk itu, Presiden Joko Widodo, menegaskan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin pada Rabu, 22 September 2021, pada acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual.
 
Seperti dikutip dari TITITKTEMU.CO dari Website: https://www.presidenri.go.id,  
"Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan," ujar Presiden.
 
 
Menurut Jokowi, standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama.
 
Standar tersebut antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara. 
 
Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi. 
 
Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.
 
"Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global," imbuhnya.
 
 
Terkait dengan vaksin, Jokowi kembali menyerukan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. 
 
Presiden Serukan Perkuat Ketahanan Kesehatan Dunia Dengan Atasi Ketimpangan Vaksin Antar Negara Dalam Global Covid-19 Summit ( Foto : Lukas/ Biro Pers Sekretariat Presiden)
 
 
Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau _dose-sharing_ dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan.
 
Sementara politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri.  Menurutnya, solidaritas dan kerja sama merupakan kunci agar dunia segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama.
 
"Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan," tandasnya.
 
Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. 
 
 
Ini merupakan pertemuan kedua yang digagas Presiden Biden setelah Meeting of Major Economic Forum pada 17 September 2021 lalu.
 
Sementara, turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.***(Budi Harjo Kusumo)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
-
BalasTeruskan
 
 
 

 

 
 

 

Tags

Terkini