TITIKTEMU.CO – JAKARTA, Pemerintah Indonesia membuat aturan baru, WNA hanya bisa masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi. Ini diberlakukan mulai September 2021, guna mengantisipasi kemungkinan masuknya varian baru Covid-19.
"Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina di sana, baik itu masuknya melalui udara, laut, maupun darat," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip TITIKTEMU.CO dari situs www.indonesia.go.id, Jumat (17/9/2021).
Sejauh ini, pemerintah terus mengawasi secara ketat perkembangan varian baru virus corona dari seluruh dunia.
Baca Juga: Buruan Beli, Diskon PPnBM 100 Persen Mobil Baru Diperpanjang Sampai Akhir Tahun
Menkes mengungkapkan terdapat tiga varian yang masuk dalam pengamatan pemerintah, yaitu varian Lambda (C.37) yang sudah tersebar di 42 negara, varian Mu (B.1.621) tersebar di 49 negara, dan varian C.1.2 yang sudah menyebar di 9 negara.
"Ketiga varian ini memang sedang dalam penelitian, bagaimana perilakunya, laju penularannya, dan apakah mereka bisa menghindar dari antibodi yang terbentuk secara natural maupun vaksinasi. Dan sampai sekarang memang belum ada hasil riset yang pasti," tukas Budi Gunadi Sadikin.
Untuk mendeteksi keberadaan varian baru, pemerintah juga terus meningkatkan upaya pengetesan whole genome sequensing (WGS). Sampai saat ini, ketiga varian tersebut belum terdeteksi masuk ke Indonesia.
Baca Juga: Helikopter TNI Ditembak KKB Saat Hendak Evakuasi Nakes di Pegunungan Bintang Papua
Pengawasan Diperketat di Pintu Masuk Darat, Laut dan Udara
Pihak Kemenkes sendiri, menurut Budi, terus-menerus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait dalam rangka pengawasan di pintu-pintu masuk darat, laut, dan udara.
Merujuk dari data yang dihimpun Kemenkes, sebanyak 2,24 persen WNI yang kembali dari perjalanan luar negeri teridentifikasi positif meski hasil tes dari negara sebelumnya dinyatakan negatif.
Sebanyak 0,83 persen warga negara asing yang datang ke Indonesia dinyatakan positif setelah dites di pintu masuk kedatangan Indonesia, padahal hasil tes sebelumnya dari negara asal negatif.
Baca Juga: Bicara Soal Jual Beli Jabatan, Bupati Sragen Tegaskan Berani Nitip Langsung Dicoret