Di tengah kondisi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo berharap tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat meski gedung utama belum bisa digunakan.
Seri berharap pemerintah dapat menyediakan bangunan darurat atau semi permanen sebagai tempat sementara untuk melanjutkan berbagai kegiatan pelayanan.
“Harapan kami ke depan yang pertama, untuk sementara dalam mendukung pelayanan, kita bisa dapat gedung darurat, mungkin semi permanen. Karena kita akan teruskan layanan kepada masyarakat. Sambil juga kita mohon dukungan ke depan, kalau berkenan untuk bangun kembali gedung,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan ruang sementara sangat dibutuhkan agar masyarakat, terutama anak-anak, tetap memiliki akses terhadap layanan perpustakaan dan kegiatan pembelajaran.
Titip Harapan kepada Prabowo
Seri juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan kembali gedung perpustakaan tersebut.
Baginya, membangun kembali perpustakaan bukan hanya memperbaiki sebuah bangunan yang rusak akibat bencana.
Lebih dari itu, pembangunan kembali gedung tersebut berarti menghidupkan kembali ruang belajar, pusat informasi, serta tempat anak-anak Nagekeo mengembangkan pengetahuan dan kreativitas.
Seri juga mengajak masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana untuk tetap kuat dan bersama-sama bangkit dari kondisi tersebut.
“Dan kepada semua kita, masyarakat Nagekeo yang mendapatkan korban kerusakan material, kiranya dikuatkan, dan mari terus bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Presiden ini, banyak hal yang sudah bergerak, yang kita berharap untuk terus maju secara ekonomi, ketahanan pangan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Harapan untuk membangun kembali “rumah peradaban” Nagekeo pun menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, terutama untuk memastikan anak-anak tetap memiliki ruang yang aman untuk belajar, membaca, memperoleh informasi, dan mengembangkan potensi mereka.***