TITIKTEMU.CO-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tidak otomatis masuk ke setiap sekolah. Sekitar 80 sekolah swasta di berbagai daerah kini tidak lagi mendapat jatah program tersebut karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi siswanya secara mandiri.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan sekolah-sekolah yang dikeluarkan dari daftar penerima merupakan sekolah swasta elite. Evaluasi dilakukan agar bantuan pemerintah lebih tepat diarahkan kepada kelompok yang memang membutuhkan.
“Sudah kita sisir,” kata Sudaryono saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Mahasiswa Bisa Dapat Pengalaman Jadi Relawan Pajak 2027, Pendaftarannya Dibuka Besok!
Sekitar 80 Sekolah Swasta Tidak Lagi Dapat MBG
Menurut Sudaryono, ada sekitar 80 sekolah swasta di seluruh Indonesia yang telah dikecualikan dari alokasi MBG. Artinya, sekolah-sekolah tersebut tidak lagi menerima makanan yang disediakan melalui program pemerintah.
Kebijakan ini bukan berarti sekolah tersebut tidak boleh mendapatkan program MBG, melainkan hasil evaluasi terhadap kebutuhan masing-masing penerima. BGN melihat ada sekolah tertentu yang dinilai sudah memiliki kemampuan serta sistem konsumsi sendiri.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penajaman sasaran program.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini 29–30 Agustus: Ada Hujan Lebat hingga Angin Kencang
Taruna Nusantara hingga Kemala Bhayangkari Jadi Contoh
Sudaryono menyebut beberapa nama sekolah sebagai contoh, antara lain SMA Taruna Nusantara dan Kemala Bhayangkari.
Keduanya termasuk sekolah berasrama. Karena siswa tinggal di lingkungan sekolah, kebutuhan makan sehari-hari pada dasarnya sudah menjadi bagian dari pengelolaan sekolah.
Sudaryono bahkan menyinggung pengalamannya ketika pernah bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Menurutnya, kondisi sekolah berasrama membuat kebutuhan konsumsi siswa memang telah memiliki sistem tersendiri.
Baca Juga: Suara Optimus Prime Ternyata Punya Cerita Haru: Dari Kakak Veteran hingga Predator
Dengan pertimbangan seperti itu, BGN menilai alokasi MBG lebih baik diarahkan kepada sekolah atau kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan dukungan.
Bisa Cek Sekolah yang Tidak Mendapat MBG
Buat yang penasaran apakah sebuah sekolah masih masuk daftar penerima, BGN menyediakan Radar MBG sebagai salah satu sarana pengecekan.