TITIKTEMU.CO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,6 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. Episentrum gempa berada sekitar 11 kilometer di tenggara Bantul dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.
Dampak gempa turut dirasakan pada perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menerapkan berhenti luar biasa (BLB) terhadap 20 perjalanan kereta api sebagai langkah pengamanan.
20 Perjalanan Kereta Sempat Berhenti
Informasi mengenai perjalanan kereta yang sempat terhenti juga ramai dibagikan warganet melalui media sosial.
Salah satunya melalui unggahan akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut, disebutkan perjalanan kereta di kawasan Timoho sempat berhenti untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalur.
"17.31 WIB, rel Timoho enggak bergerak sekitar 10 menit ada untuk pengecekan jalur kereta," tulis keterangan dalam unggahan tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Informasi lainnya menyebut terdapat kereta yang berhenti di sekitar kawasan Prambanan, Klaten, pada pukul 17.48 WIB.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menjelaskan, penghentian sementara perjalanan kereta merupakan bagian dari prosedur keselamatan setelah terjadi gempa.
"Demi keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta berhenti luar biasa (BLB) sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana pasca gempa," ujar Feni dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Sebanyak 20 perjalanan kereta api terdampak kebijakan tersebut dengan waktu berhenti yang bervariasi, mulai sekitar 10 hingga 25 menit.
Jalur KA Dipastikan Aman