nasional

Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Situasi demo BEM UI pada 18 Agustus 2026 saat masih tertahan di UOB. (Threads/nurulfachiindri - egiiy)

9.242 Personel Gabungan Disiagakan

Untuk mengamankan berbagai kegiatan penyampaian aspirasi dan aktivitas masyarakat di Jakarta, aparat gabungan menyiapkan 9.242 personel.

Pengamanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk aksi BEM UI, tetapi juga mencakup 31 kegiatan unjuk rasa serta 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Budi menjelaskan, ribuan personel tersebut berasal dari sejumlah unsur aparat keamanan.

Baca Juga: Profil Kombes Jerrold Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Rinciannya terdiri atas 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel dari jajaran Polres, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.

“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Budi.

8 Tuntutan BEM UI dalam Aksi di Bundaran HI

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, pemberantasan korupsi, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Setidaknya terdapat delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa kepada pemerintah.

Berikut delapan tuntutan BEM UI:

Baca Juga: Kronologi Remaja 16 Tahun Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet hingga Tewas, Tim SAR Lakukan Evakuasi

1. Menghentikan penjajahan negara terhadap rakyat sendiri.
2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Mewujudkan reforma agraria yang sejati.
4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
5. Mengevaluasi secara total Proyek Strategis Nasional (PSN), sekaligus menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
6. Menolak pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), sekaligus menyoroti persoalan otonomi daerah.
7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat proses pemulihan daerah yang terdampak bencana.
8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YON TP).

Baca Juga: BRI Bangun 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum untuk Percepat Pemulihan Bencana di NTT

Aksi BEM UI di Bundaran HI tersebut menjadi bagian dari penyampaian kritik mahasiswa terhadap sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.***

Halaman:

Tags

Terkini