Situasi berbeda terlihat dalam video lain yang beredar di media sosial.
Akun Threads @harisul_qiram membagikan rekaman warga di wilayah Manggarai Barat yang memilih menuju tempat lebih tinggi setelah gempa terjadi.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga yang didominasi perempuan dan anak-anak berjalan menuju kawasan perbukitan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami pascagempa.
“Pagi ini dibangunin sama gempa dan seumur-umur ini yang bener-bener harus naik gunung karena air laut sampai surut,” tulis pemilik akun dalam unggahannya.
Warga memilih menjauh dari wilayah pesisir dan mencari lokasi yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang tsunami.
Baca Juga: Vokalis RoBoKop Clareesya Dilaporkan ke Polisi Gegara Foto 'Gaya Takbir' di Sounds Project
Peringatan Tsunami Kemudian Dicabut
BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik yang dapat memicu tsunami.
Gempa dangkal itu disebut bersumber dari aktivitas Sesar Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.
Setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG kemudian menyatakan tidak lagi menemukan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di wilayah pesisir terdampak.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.
Peringatan dini tsunami pun kemudian dinyatakan berakhir setelah kondisi dinilai aman berdasarkan hasil pemantauan.
Baca Juga: SPPG Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Jadi Korban: 3 Alami Luka Bakar
Puluhan Orang Meninggal Dunia