Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut. Kapal bukan hanya sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga tulang punggung distribusi barang, penguatan konektivitas wilayah, hingga pemerataan pembangunan ekonomi.
Karena itu, modernisasi armada dan peningkatan kualitas sistem keselamatan dinilai layak menjadi prioritas nasional agar transportasi laut semakin andal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, kebakaran KM Mutiara Sentosa II terjadi saat kapal melayani rute Surabaya-Makassar pada Minggu (2/8/2026) pagi di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Data sementara hingga Minggu pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 227 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, menjelaskan bahwa berdasarkan manifes resmi, kapal tersebut mengangkut total 271 orang. Jumlah itu terdiri atas 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), serta 13 ABK tambahan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya urusan regulator maupun operator kapal. Di negara kepulauan seperti Indonesia, sistem transportasi laut yang aman menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat bepergian dengan rasa tenang tanpa dihantui risiko yang seharusnya dapat dicegah.***