TITIKTEMU.CO – Sebuah video yang memperlihatkan penggerebekan di rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Video yang beredar luas tersebut memuat narasi mengenai dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang pejabat lapas. Dalam unggahan akun Instagram @sumbarkareh_id, disebutkan bahwa rumah dinas itu didatangi petugas setelah muncul laporan dugaan pelanggaran terkait keberadaan seorang perempuan di dalamnya.
Perempuan Muda Ditemukan di Dalam Kamar
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah petugas memasuki rumah dinas dan menuju salah satu kamar. Setelah pintu dibuka, mereka mendapati seorang perempuan berada di dalam ruangan tersebut.
Saat dimintai keterangan, perempuan itu mengaku berinisial J, berasal dari Balige, Sumatera Utara, dan berusia 19 tahun. Ia juga menyampaikan telah berada di rumah dinas tersebut selama kurang lebih dua pekan.
"Iya, sekitar dua minggu. Saya dari Balige," ujar perempuan tersebut dalam video.
Mengaku Dianggap Sebagai Adik Angkat
Petugas kemudian mempertanyakan alasan perempuan tersebut berada di kamar Kalapas yang diketahui telah berkeluarga.
Dalam percakapan itu, perempuan tersebut menjelaskan bahwa dirinya dianggap sebagai adik angkat oleh Kalapas.
"Seperti adik angkat, beliau menganggap saya sebagai adiknya," ucapnya.
Petugas lantas mempertanyakan kewajaran tinggal dan tidur di kamar yang sama tanpa adanya hubungan keluarga. Perempuan tersebut tampak menganggukkan kepala saat menjawab pertanyaan tersebut.
Warganet Sebut Video Bukan Kejadian Baru