Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di pusat perbelanjaan AEON yang mengalami kerusakan, sehingga petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak.
Ribuan Rumah Padam Listrik
Gempa juga menyebabkan gangguan pada jaringan listrik di Pulau Kyushu.
Perusahaan Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 40 ribu rumah mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan jaringan.
Selain itu, sejumlah layanan transportasi seperti kereta api dan operasional bandara di wilayah terdampak juga mengalami penyesuaian sementara demi alasan keselamatan.
Adapun wilayah yang masih berada dalam status kewaspadaan meliputi Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.
BMKG: Tidak Berdampak Tsunami ke Indonesia
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami yang mencapai wilayah Indonesia.
Menurut BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 32,59 derajat Lintang Utara dan 130,68 derajat Bujur Timur, sekitar 6 kilometer di barat daya Kota Uki, Prefektur Kumamoto, dengan kedalaman sekitar 22 kilometer.
Analisis juga menunjukkan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar Wijayanto dalam keterangannya.
Hingga Selasa malam, 28 Juli 2026 pukul 19.30 WIB, BMKG masih mencatat satu gempa susulan (aftershock) berkekuatan Magnitudo 6,3 di wilayah Kumamoto. Otoritas Jepang terus melakukan pemantauan serta proses penanganan terhadap dampak bencana tersebut.***