TITIKTEMU.CO – Penyelidikan kasus tewasnya Sumarna (41), petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih terus berlangsung. Kasus ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang meminta aparat kepolisian segera mengungkap pelaku di balik kematian korban.
Dalam rapat yang dipublikasikan melalui media sosial, Polres Purwakarta memaparkan perkembangan penyelidikan, termasuk sejumlah kendala yang dihadapi penyidik di lapangan.
Polisi Periksa 15 Saksi dan Amankan Rekaman CCTV
Polres Purwakarta mengungkapkan telah memeriksa 15 orang saksi guna mengumpulkan informasi terkait kematian Sumarna.
Selain itu, penyidik juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di luar kawasan Waduk Jatiluhur untuk membantu proses penyelidikan.
Polisi menyebut berbagai kemungkinan motif, termasuk aspek pribadi maupun persoalan keluarga korban, masih terus didalami sebagai bagian dari proses penyidikan.
Minim CCTV di Area Waduk Jadi Kendala
Salah satu hambatan utama yang dihadapi penyidik adalah minimnya fasilitas CCTV di area dalam Waduk Jatiluhur.
Pihak kepolisian mengakui tidak menemukan kamera pengawas di sekitar lokasi penemuan korban sehingga harus menelusuri rekaman CCTV yang berada di luar kawasan, termasuk di ruas jalan menuju lokasi.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan penyidik dalam merekonstruksi pergerakan korban maupun pihak yang diduga terlibat.
Dedi Mulyadi Soroti Sistem Keamanan Waduk
Menanggapi laporan tersebut, Dedi Mulyadi menilai minimnya pengawasan elektronik di kawasan Waduk Jatiluhur merupakan persoalan serius.