TITIKTEMU.CO-Tom Holland sampai harus bertanya langsung kepada Christopher Nolan karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya di lokasi syuting The Odyssey. Ia sempat mengira adegan spektakuler yang ada di depan matanya akan “dibereskan” menggunakan CGI setelah proses syuting selesai.
Ternyata dugaannya salah besar.
Christopher Nolan memang dikenal punya hubungan yang agak unik dengan efek digital. Untuk The Odyssey, sutradara tersebut kembali mendorong timnya menggunakan sebanyak mungkin efek praktis dan mengambil gambar di lokasi nyata, alih-alih menyerahkan semuanya kepada layar hijau dan komputer.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah menghadirkan Cyclops, makhluk bermata satu dari kisah epik Homer. Karakter fantasi yang digambarkan memiliki ukuran sekitar 18 meter itu tentu bukan perkara sederhana untuk diwujudkan secara langsung.
Baca Juga: Dulu Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Papua Ini Malah Membawa Pulang Lisensi Airbus A320
Cyclops Dibuat dengan Cara yang Tidak Biasa
Nolan mengaku menggunakan berbagai macam trik untuk membuat Cyclops terlihat nyata. Mulai dari boneka, animatronik, hingga melibatkan Bill Irwin, aktor yang sebelumnya dikenal sebagai sosok di balik suara dan pengoperasian robot TARS dalam Interstellar.
Irwin bahkan ikut membantu menciptakan suara serta berbagai bunyi yang dibutuhkan selama proses produksi. Bagi Nolan, kehadiran seorang pemain nyata di balik karakter tersebut menjadi bagian penting agar Cyclops tidak terasa seperti gambar digital yang ditempelkan ke dalam adegan.
Prinsipnya sederhana, tetapi cukup ambisius: penonton harus diberi alasan untuk percaya bahwa apa yang mereka lihat benar-benar terjadi.
“Berikan mereka alasan untuk percaya” menjadi semacam pegangan Nolan. Karena itu, ia memilih lokasi nyata, objek nyata, dan sebanyak mungkin elemen yang bisa direkam langsung kamera.
Namun, pendekatan seperti itu ternyata punya konsekuensi yang cukup… berbau.
Saat syuting adegan Cyclops, Nolan harus berurusan dengan sekitar 40 ekor domba yang ikut masuk dalam pengambilan gambar. Sang sutradara bahkan mengakui kondisi di lokasi setelah beberapa waktu menjadi lembap dan menyengat.