TITIKTEMU.CO-Ada satu nasihat karier yang belakangan terdengar seperti mantra: “Jangan mau selamanya jadi karyawan. Kamu harus punya bisnis sendiri.” Seolah-olah bekerja di kantor adalah level pemula yang harus segera ditinggalkan sebelum seseorang dianggap sukses.
Padahal, tidak semua orang bermimpi membangun perusahaan. Ada yang memang menikmati pekerjaannya, menyukai struktur yang jelas, dan lebih memilih pulang tepat waktu daripada memikirkan omzet saat sedang menyikat gigi.
Dan itu bukan berarti malas.
Baca Juga: TikTok Bisa Jadi Guru Seks Anak Sebelum Orang Tua Siap, Ini yang Perlu Dilakukan
Karier Kantoran Bukan Tanda Kurang Ambisius
Ambisi tidak selalu berbentuk logo perusahaan milik sendiri. Seseorang bisa punya target menjadi manajer, ahli di bidang tertentu, mendapatkan penghasilan lebih tinggi, atau mengerjakan proyek-proyek yang punya dampak nyata.
Karier kantoran juga bisa menjadi perjalanan profesional yang panjang. Ada proses belajar, promosi, perpindahan bidang, memimpin tim, sampai kesempatan mengambil tanggung jawab yang semakin besar.
Masalahnya, media sosial sering membuat karier terlihat seperti pertandingan. Konten tentang “bangun bisnis dari nol”, “tinggalkan pekerjaan 9-to-5”, atau “jadi bos untuk diri sendiri” jauh lebih mudah menarik perhatian daripada cerita seseorang yang selama 15 tahun membangun keahlian di satu profesi.
Baca Juga: Tamat dengan Rating 23 Persen, Agent Kim Reactivated Bikin Drakor Lain Susah Bernapas
Padahal, kehidupan profesional tidak harus mengikuti satu cetak biru.
Menjadi Entrepreneur Juga Bukan Tiket Otomatis Menuju Kebebasan
Ada romantisasi yang cukup kuat tentang menjadi entrepreneur: tidak punya bos, bebas menentukan waktu, dan penghasilan tidak terbatas.
Benar, sebagian orang mendapatkan kebebasan tersebut. Namun, membangun bisnis juga berarti menghadapi ketidakpastian pendapatan, pelanggan yang rewel, arus kas, pajak, pemasaran, perekrutan, hingga keputusan yang harus dibuat ketika semua orang sedang menunggu jawaban.
Ironisnya, seseorang bisa meninggalkan pekerjaan kantoran karena ingin punya waktu lebih banyak, lalu menciptakan pekerjaan yang membuat dirinya bekerja jauh lebih lama.