TITIKTEMU.CO-Empat hari di tengah lautan bukanlah waktu yang singkat, apalagi bagi seorang anak berusia tujuh tahun. Namun itulah kenyataan yang harus dihadapi Diska, bocah yang berhasil bertahan hidup setelah kapal layar motor (KLM) Nurul Salsa tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kisah Diska menyisakan duka sekaligus harapan. Di tengah luasnya lautan, ia bertahan dengan berpegangan pada selembar papan gabus bersama beberapa korban lainnya. Menurut keterangan tim penyelamat, kedua orang tuanya sempat berada di papan gabus yang sama sebelum akhirnya tidak mampu bertahan.
Diska ditemukan dalam operasi pencarian pada hari keempat setelah kapal mengalami musibah. Ia ditemukan bersama empat korban selamat lainnya oleh Kapal Motor Nelayan (KMN) Sinar Mattoanging yang melintas di sekitar perairan Pulau Matallang, Kabupaten Pangkep, pada Sabtu (18/7).
Baca Juga: Kenapa Generasi Kaya Baru Justru Pamer Kesederhanaan? Fenomena Status Simbol yang Berbalik Arah
Saat ditemukan, kondisi mereka sangat lemah akibat berhari-hari terombang-ambing di laut tanpa pertolongan. Keberadaan nelayan yang melintas menjadi titik balik yang menyelamatkan nyawa kelima korban tersebut.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa Diska ditemukan bersama tantenya yang bernama Asseng. Keduanya berhasil bertahan hingga akhirnya dievakuasi oleh tim penyelamat.
Sementara itu, kedua orang tua Diska, Malida (31) dan Hasbi (41), disebut sempat berjuang mempertahankan hidup dengan tetap berpegangan pada papan gabus. Sayangnya, kondisi mereka terus melemah hingga akhirnya tidak dapat bertahan.
Berdasarkan keterangan Asseng kepada petugas, Malida dan Hasbi sempat berada di rakit darurat tersebut bersama Diska. Namun seiring waktu, keduanya meninggal dunia dan jasad mereka perlahan tenggelam ke laut.
Tim Basarnas mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa lama pasangan suami istri itu mampu bertahan sebelum akhirnya kehilangan nyawa. Fokus utama tim saat operasi berlangsung adalah menyelamatkan korban yang masih hidup dan segera membawa mereka ke tempat yang aman.
Setelah berhasil dievakuasi, Diska langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di Kabupaten Selayar. Kondisinya terus dipantau hingga akhirnya dinyatakan cukup stabil untuk dijemput oleh pihak keluarga.
Peristiwa tenggelamnya KLM Nurul Salsa menyisakan duka mendalam bagi keluarga para korban. Di balik tragedi tersebut, kisah Diska menjadi gambaran tentang kuatnya naluri bertahan hidup, bahkan pada seorang anak yang masih sangat muda.
Operasi pencarian terhadap korban lain juga terus dilakukan oleh tim gabungan. Basarnas bersama unsur terkait masih berupaya menemukan seluruh penumpang yang belum diketahui keberadaannya agar dapat segera dievakuasi.