Kenapa Generasi Kaya Baru Justru Pamer Kesederhanaan? Fenomena Status Simbol yang Berbalik Arah

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi Kenapa generasi kaya baru memilih tampil sederhana? (Desain AI )
Ilustrasi Kenapa generasi kaya baru memilih tampil sederhana? (Desain AI )

TITIKTEMU.CO-Dulu, kemewahan identik dengan mobil sport, jam tangan mahal, tas bermerek, atau rumah megah yang sengaja dipamerkan.

Namun, beberapa tahun terakhir muncul fenomena yang cukup unik.

Banyak orang dari kalangan mapan justru tampil sederhana.

Mereka mengenakan kaus polos, membawa botol minum sendiri, bekerja dari kafe biasa, bahkan memilih mobil yang terlihat "biasa" meski sebenarnya mampu membeli yang jauh lebih mahal.

Baca Juga: Desa Kecil Ini Cuma Punya 350 Penduduk, Tapi Didatangi 450 Ribu Turis dan Jadi Inspirasi Film Frozen

Fenomena generasi kaya baru yang memilih kesederhanaan bukan sekadar soal gaya hidup hemat. Para sosiolog melihatnya sebagai perubahan cara orang menunjukkan status sosial. Simbol kemewahan tidak lagi selalu berbentuk barang mencolok, melainkan kemampuan untuk terlihat santai tanpa harus membuktikan apa pun.

Status Sosial Tidak Lagi Selalu Berbentuk Barang Mewah

Dalam ilmu sosiologi, status sosial sering ditunjukkan melalui simbol yang mudah dikenali. Dahulu simbol itu berupa barang-barang mahal yang sulit dimiliki kebanyakan orang.

Namun, perkembangan media sosial dan akses terhadap produk premium membuat barang mewah semakin mudah ditemukan. Bahkan, banyak produk dengan tampilan serupa dapat dibeli dengan harga jauh lebih murah. Akibatnya, barang mahal tidak lagi menjadi penanda status yang sekuat dulu.

Di sinilah muncul tren baru. Orang yang benar-benar mapan justru merasa tidak perlu terus-menerus menunjukkan kekayaannya.

Baca Juga: Kenapa Orang yang Susah Tidur Justru Lebih Kreatif? Ini Penjelasan dari Sejumlah Riset

Munculnya Konsep "Quiet Luxury"

Fenomena ini dikenal luas dengan istilah quiet luxury atau kemewahan yang tidak berteriak.

Ciri khasnya adalah pakaian berpotongan sederhana, warna netral, tanpa logo besar, tetapi dibuat dari material berkualitas tinggi. Sekilas terlihat biasa, padahal nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X