TITIKTEMU.CO - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, masih berlangsung hingga Rabu (1/7/2026). Kobaran api yang menghanguskan area sekitar 15 hektare membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit dan memicu keluhan warga akibat asap tebal yang menyelimuti kawasan permukiman.
Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter water bombing guna membantu pemadaman dari udara.
Warga Keluhkan Asap Tebal Ganggu Kesehatan
Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar lokasi mulai mengeluhkan dampak asap pekat yang mengganggu aktivitas sehari-hari serta kesehatan.
Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial, salah satunya oleh akun Threads @qibtii05. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan penanganan kebakaran yang dinilai berdampak besar terhadap warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan balita.
Video yang dibagikan memperlihatkan kobaran api membakar tumpukan sampah dengan asap hitam membubung tinggi ke udara.
Pada unggahan berikutnya, pemilik akun juga mengabarkan bahwa hingga Selasa malam api belum berhasil dipadamkan. Ia berharap hujan segera turun agar kebakaran tidak semakin meluas dan membahayakan permukiman warga.
Posko Medis Disiapkan untuk Warga Terdampak
Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan akibat asap, pemerintah bersama tim gabungan telah mendirikan posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Posko tersebut dilengkapi ambulans, tenaga medis, serta personel Palang Merah Indonesia (PMI) yang bersiaga memberikan penanganan awal kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan kesehatan lainnya.
Sejumlah lansia, anak-anak, hingga ibu hamil dilaporkan memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari paparan asap.
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing